Search
Jumat 15 Desember 2017
  • :
  • :

Habis Buka Puasa Langsung Merokok, Ini Akibatnya!

Starberita – Jakarta, Lonjakan asam lambung, salah satu yang patut Anda antisipasi selama menjalankan ibadah puasa.

Naiknya asam lambung acapkali diremehkan oleh penderitanya. Maklum, kenaikan asam lambung tidak serta merta menyebabkan kematian.

Namun, bisa memicu sejumlah komplikasi. Agar ibadah puasa kian khusuk, kami ajak Anda kembali mengenali refluks kenaikan asam lambung dan bagaimana cara mengatasinya.

Konsultan penyakit lambung dan pencernaan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/ Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, mengatakan sebagian umat Islam memilih langsung tidur setelah sahur. Ini dapat memicu asam lambung berbalik arah, kembali ke kerongkongan.

“Pada akhirnya, bisa menyebabkan masalah pada saluran cerna atas mereka. Kebiasaan buruk lain yang patut Anda hindari sepanjang Ramadan yakni makan berlebihan saat berbuka, diikuti dengan merokok. Ketika melakukan ini, Anda sebenarnya sedang meningkatkan risiko terjadinya masalah lambung seperti dispepsia,” urai Ari.

Dispepsia, kata Ari, adalah sensasi nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut bagian atas atau dada. Nyeri ini dipicu oleh adanya gas yang menimbulkan perasaan penuh atau sakit atau rasa terbakar di perut. Ari mengimbau, ketika berbuka puasa, mulailah dengan mengudap dalam porsi sedang.

“Misalnya, makanan ringan dalam porsi kecil. Setelah itu ambillah jeda. Saat jeda itu, Anda bisa menjalankan salat Magrib. Setelah salat Magrib, silakan makan lagi. Kuncinya, tidak berlebihan,” Ari mengingatkan.

Senada dengan Ari, Head of Personal Health Philips Indonesia, Yongky Sentosa, mengingatkan,

“Menjaga keseimbangan asupan makanan yang sehat bukan hal yang mudah di jaman sekarang. Karenanya, kami mendukung masyarakat menyiapkan makanan sehat dengan cara mudah dan praktis. Tujuannya, agar stamina Anda prima sampai hari kemenangan tiba,” katanya.

Ari kemudian memberikan lima langkah untuk menangkal terjadinya refluks:

  1. Tidak mengonsumsi daging secara berlebihan dalam waktu singkat. Dengan kata lain, meningkatkan konsumsi buah dan sayuran. Tidak pula disarankan mengonsumsi daging dan jeroan pada saat bersamaan.
  2. Tidak makan makanan yang terlalu pedas atau asam.
  3. Menghindari tidur dua jam setelah makan.
  4. Kurangi konsumsi kopi, alkohol, dan soda.
  5. Hindari stres dan kendalikan berat badan hingga mencapai indeks massa tubuh ideal. (sbc-02/auc)

 




Tinggalkan Balasan