Search
Senin 18 Desember 2017
  • :
  • :

Cegah Tantrum pada Anak, Lakukan 3 Cara Ini

Starberita – Jakarta, Cara mudah ini dapat digunakan para Moms, yang sedang kebingungan untuk mencairkan tantrum pada anak. Moms, pernakah buah hati mengalami hal ini juga?. Tantrum  dialami oleh setiap anak pada usia toodler atau sekitar dua tahunan. Jika tantrumnya datang, bisa senewen dibuatnya. Bagaimana tidak? Setiap usaha untuk membuat anak berhenti menangis seakan tidak mempan, bahkan malah semakin menjadi.

Tantrum sendiri merupakan bentuk luapan emosi yang tidak terkontrol pada anak. Bentuknya dapat berupa menangis keras, berteriak, menjerit-jerit, memukul, menggigit, mencubit, menendang, berontak, melempar badan ke lantai dan berlari menjauh.

Normalnya, tantrum hanya berlangsung sekitar 30 detik sampai 2 menit saja. Namun, bila hal ini terus berlanjut sampai tingkat membahayakan dirinya dan bila tidak berakhir sampai memasuki usia 5 tahun, maka perlu diwaspadai ya Moms.

Moms, biasanya mudah menyerah kepada tantrum anak, adanya perasaan malu ketika anaknya mengalami tantrum saat di depan umum, atau bisa juga, karena sindiran orang lain yang mengatakan kalau tidak sayang pada anak. Alhasil yang sering terjadi adalah Moms, mulai meninggikan suara, supaya anak berhenti menangis, memukul anak atau memberikan janji pada anak yang belum tentu di tepati.

Perilaku tantrum bila terlambat ditangani, maka akan  menjadi sifat yang menetap paada anak hingga dewasa nanti. Nah, kalo sudah menetap begini, Moms akan bingung di buatnya. Karena seharusnya usia dewasa, mempunyai sifat yang sudah matang secara emosional, tidak meledak-ledak seperti anak kecil.

Moms, ada 3 cara yang bisa dipakai untuk mengetahui pola tantrum untuk mencegah dan menghindari pemicu terjadinya tantrum, yaitu:

  1. Sebelum terjadinya tantrum

Perlu mengenali situasi atau tempat  di mana anak sering mengalami tantrum. Misalnya pada situasi ramai, dipusat perbelanjaan, anak akan merasa bosan dan lelah mengikuti aktivitas di tempat tersebut. Apabila Moms, mengenali situasi tersebut dapat memicu tantrum, sebaiknya hindari atau jangan terlau lama di tempat tersebut bila bepergian dengan anak. Selain itu mengupayakan kebutuhan anak untuk makan pada jadwal yang sama, harus terpenuhi, karena hal ini berkaitan dengan kepuasan psikologis dan kestabilan emosinya.

  1. Saat tantrum berlangsung

Apabila tantrum sedang berlangsung, sebaiknya jangan membujuk-bujuk, menghukum dan memberikan nasihat-nasihat moral untuk menghentikan tantrumnya, karena anak tidak akan menanggapi atau mendengarkan, karena hal ini malah akan membuat tantrum semakin lama dan intensitasnya meningkat. Sebaiknya pindahkan anak pada tempat yang aman. Membiarkan anak sampai beehenti menangis dan Moms pun harus tetap tenang.

  1. Setelah tantrum

Jangan memberikan nasehat yang berlebihan, agar anak tidak mengulangi tantrumnya lagi. Namun, hal ini bisa diartikan berbeda dan  merasa sedang dimarahi, sehingga akan membangkitkan kembali emosi negatif pada anak. Moms, bisa mengajak anak bermain, membacakan buku cerita, memberikan pujian yang disertai sentuhan, jika anak bisa berhenti tantrum. Cara ini mampu mengurangi frekuensi tantrumnya.

Nah, Moms mudah bukan bila mengetahui cara bagaimana menghindari dan mencegah terjadinya tantrum pada anak. Semoga informasi ini bermanfaat. (sbc-02/vnc)

 




Tinggalkan Balasan