Search
Senin 24 Juli 2017
  • :
  • :

Dirjen Kementan Kunker ke Humbahas

Starberita – Dolok Sanggul, Direktur jendral (Dirjen) Perkebunan Kementerian Pertanian, Ir. Bambang MM melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Humbang Hasundutan. Kunjungan tersebut sejalan upaya peningkatan nilai tambah, produktivitas dan mutu komoditi kopi yang dihasilkan masyarakat setempat

Dirjen Perkebunan Kementan itu didampingi Direktur Tanaman Pangan Tanaman dan Penyegar, Ir. Irmiah Nurbahar, Direktur Puditkoka, DR Isnawi.

Dalam kesempatan itu, bupati Humbahas didampingi sejumlah SKPD terkait memaparakan, banyaknya lahan tidur di Humbahas menjadikan prioritas pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan. Pemerintah berkomitmen memajukan ekonomi masyarakat petani secara melalui pemanfaatan lahan tidur, menyediakan bibit unggul, pengolahan hasil pertanian dan pangsa pasar.

Permasalahan yang terjadi pada komoditas kopi adalah produktivitas tanaman yang masih rendah karena tanaman sudah tua dan rusak dan kurangnya ketersediaan benih. Selain itu pengolahan masih bersifat tradisional sehingga perkebunan kopi belum maksimal diolah.

Dia juga menyampaikan bahwa tanaman kopi di Humbahas lebih kurang 11 ribu Ha. Perkebunan ini masih dikelola masyarakat secara tradisional dan kelembagaan masih lemah sehingga hasilnya tidak maksimal.

Dirjen bersama rombongan langsung meninjau salah satu perkebunan kopi yang dikelola oleh kelompok tani di Dusun Simaragas, Desa Saitnihuta, Kecamatan Dolok Sangul.

Pada saat peninjauan, Bambang berharap sebelum pemerintah memberikan bantuan, petani harus membuat dan menanam tanaman pelindung berupa lamtoro. “Masyarakat harus serius mengolah lahan perkebunan kopi, dan kalau dimulai tanaman pelindung ditanam secepatnya pada bulan-bulan September sudah mulai tumbuh,” Katanya.

Bupati meyakinkan Dirjen bahwa pemerintah dan masyarakat Humbahas akan berusaha keras dan bekerjasama melaksanakan saran Dirjen Perkebunan.

Peninjauan dilanjutkan meninjau pengolahan hasil kopi setelah dikumpulkan dari petani kopi ke Gapoktan Mutiara Kasih di Desa Sirisi-risi Kecamatan Doloksanggul. Hasil pengolahan merupakan butiran kopi utuh untuk dieksport ke manca Negara. Pengolahan disesuaikan dengan permitaan dari konsumen.

Manat Samosir ketua Gapoktan Mutiara kasih menyampaikan bahwa kopi yang diolahnya dikumpul dari beberapa pengumpul kecil yang langsung menampung dari petani kopi. Dan beberapa kali gapoktan menyediakan bibit selalu habis dan masih tetap kekurangan. Antusias masyarakat akan bibit kopi cukup tinggi, oleh karena itu diharapkan bantuan pemerintah akan peyediaan bibit kopi.

Kopi yang banyak ditanam masyarakat Humbahas adalah kopi arabika dan kopi robusta yang dikenal masyarakat humbang dengan istilah ‘kopi sigarar utang’. (sbc-04/drh)




Tinggalkan Balasan