Search
Jumat 15 Desember 2017
  • :
  • :

Bupati Optimis Produksi Jagung Humbahas Naik

Starberita – Dolok Sanggul, Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas), Dosmar Banjarnahor optimis dapat mendongkrak produktivitas jagung di kabupaten tersebut.

Bupati Dosmar mengatakan, sesuai dengan ketersediaan lahan di Humbahas, tahun ini, pemerintah pusat siap memberikan pupuk dan benih jagung untuk 30 ribu Ha lahan. “Anggaran itu sudah di depan mata, tinggal bagaimana petani mengambil anggaran yang disiapkan pemerintah pusat itu,” ujarnya, kemarin.

Dengan adanya anggaran untuk 30 Ha lahan tanaman jagung, Dosmar mengaku optimis untuk membuka lahan tidur menjadi lahan produktif di daerah itu. Namun untuk lahan 30 ribu Ha tadi, pihaknya tidak akan melakukan pembukaan lahan sekaligus sebab terkendala pada sarana dan prasarana di lapangan.

“Kita tidak akan membuka dan mengolah lahan 30 ribu Ha sekaligus, namun akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai target yang disediakan pemerintah pusat. Sebab sifatnya jelas, bahwa anggaran akan disalurkan setelah lahan sudah diolah dan siap tanam,” katanya.

Sebelumnya, Kadis Pertanian Humbahas Junter Marbun justru pesimis tanaman jagung jadi primadona di Humbahas. Sebab kesediaaan dan pengolahan lahan tidak semudah yang diperhitungkan. Selain keterbatasan alat juga dipengaruhi status kepemilikan lahan.

“Saat ini lahan yang sudah dibuka untuk penanaman jangung masin 150-200 Ha. Untuk mencapai target kita bisa pesimis,” ujarnya.

Dia menjelaskan, bahwa tanaman jagung adalah program nasional yang diberikan ke daerah. Penanaman jagung tersebut akan, pemerintah pusat memberikan benih gratis dan pupuk urea 50 Kg per Ha. Terkait biaya pengolahan lahan, petani akan membayar pasca panen.

Lebih lanjut katanya, sebelum anggaran dari pusat disalurkan, pemerintah akan mengikat janji dengan petani untuk pertanian tanaman pangan seperti padi, jagung dan kedelai.

Masalah kepastian harga, sambung Junter, pemerintah melalui bulog akan melakukan penampungan sebanyak mungkin. “Khusus untuk tanaman seperti jagung pemerintah melalui akan menjamin kepastian harga. Jika terjadi lonjakan produktivitas, bulog akan tetap menampung Rp 3.150 per per kg dengan kadar air 15 persen,” pungkasnya. (sbc-04/drh)




Tinggalkan Balasan