Search
Sabtu 23 September 2017
  • :
  • :

Berantas Penyebaran DBD, Dinkes Palas & Puskesmas Sibuhuan Fogging

Staberita – Sibuhuan, Dinas Kesehatan Padang Lawas bekerjasama dengan Puskesmas Sibuhuan melaksanakan Fogging di Jalan Bakti dan Banjang Keliling, Kelurahan Pasar Sibuhuan, Kamis (8/6/2017).

Hal ini dilakukan, akibatnya adanya warga berinisial IH (40) warga Jalan Bakti, positif mengidap Demam Berdarah Dengue (DBD).

Karena adanya laporan warga, Dinkes melakukan Fogging nyamuk dewasa dan upaya pemutusan mata rantai penularan wabah DBD yang berasal dari nyamuk. Dianjurkan kepada masyarakat untuk terus melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk dengan cara 3 M Plus (menutup, menguras dan mengubur). Adapun dimaksud 3 M Plus, segala bentuk kegiatan pencegahan seperti menabur bubuk Larvasida pada tempat penempuangan air yang sulit dibersihkan, mengunakan obat nyamuk atau ikan pemangsa jentik nyamuk serta mengunakan kelambu saat tidur,” kata Kabid Pecegahan Pengendalian Penyakit (P2P) M Ilham Syuhri Siregar dan Kepala Puskesamas Sibuhuan Henri Faisal Siregar,” kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Dijelaskan Keduanya, adapun hal lain bentuk pencegahan yakni menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya ventilasi dalam rumah dan menghindari kebiasaan mengantung pakaian.

Menurutnya, dalam penangganan DBD, diperlukan peran serta masyarakat untuk menekan penyebaran penyakit ini. Selain itu, juga perlu dilakukan  program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), terutama pada musim hujan dan pancaroba.

“Karena dengan meningkatnya curah hujan, maka akan dapat meningkatakan tempat perkembangbiakan nyamuk, sehingga mengakibatkan penulan DBD,” ujarnya.

Keduanya juga menuturkan, kegiatan Fogging ini juga untuk mengantisipasi penyebaran  serangan wabah DBD mulai merebak di Kabupaten Palas selama tiga pekan terakhir ini.

“Karena 1 orang yang menderita DBD. Wabah ini disebabkan terjadi pertukaran sirkulasi udara  dari kemarau memasuki musim penghujan, sehingga perkembangan nyamuk Aides Aegypti, dilokasi lokasi air yang tergenang cepat berkembang. Jika ada warga yang digigit nyamuk ini, maka akan mengalami demam tinggi dan bintik – bintik bercak merah. Kalau ditemukan adanya gejala dan tanda demikian segeralah memeriksa ke Rumah Sakit untuk dapat diketahui secara pasti,” tandasnya,

Jika wabah DBD mulai menyerang, masih kata keduanya, langkah paling tepat dilakukan adalah dengan melaksankan 3 M (menutup, mengubur dan menanam). Artinya, jika ada selokan air yang tergerang segera dikuras dan barang – barang rongsokan yang dapat menjadi sarang perkembang biakan nymuk segera ditanam atau dikubur.

“Langkah ini sangat baik dilakukan dalam upaya mencegah penyebaran nymuk Aedes Aegypti untuk tidak berkembang pesat,” ungkapnya .

Hal lain, lanjut keduanya, untuk memutus mata rantai penyebaran nyamuk Aedes Aegypti, agar tidak menimbulkan penyebaran penyakit DBD, harus dilakukan Fogging sehingga terputusnya mata rantai penularan yang berasal dari nyamuk tersebut.

“Kita telah melaksanakan Fogging, kali ini fokus dilokasi penderita radius 100 meter persegi disekitar pemukiman warga penderita,” pungkasnya. (sbc-03/drh)




Tinggalkan Balasan