Search
Sabtu 23 September 2017
  • :
  • :

Puasa, 5 Rahasia Anti Dehidrasi

Starberita – Jakarta, Dehidrasi adalah gangguan keseimbangan cairan pada tubuh yang mungkin sekali terjadi saat kita sedang berpuasa. Gejalanya pusing, sakit kepala, kulit kering, mudah mengantuk, cepat lelah dan sembelit.

Puasa yang mewajibkan kita tidak makan/minum selama lebih kurang 13 jam, membuat gejala ini bisa saja datang. Penyebabnya adalah kurangnya asupan cairan selama berbuka puasa sampai sahur tiba.

Air memang berfungsi penting bagi manusia karena 60-70% bagian tubuh kita terdiri dari air. Sehingga pengurangan asupan selama Ramadan akan memengaruhi fungsi sel dan saraf tubuh kita. Sehingga hendaknya kita memerhatikan jumlah air yang dikonsumsi untuk menghindari terjadinya dehidrasi.

Lalu adakah rahasia anti dehidrasi saat puasa?

  1. Minum sesuai kebutuhan

Masing-masing orang membutuhkan jumlah asupan cairan yang berbeda. Idealnya untuk orang dewasa adalah 8 gelas sehari. Tetapi, jika kita lebih banyak beraktifitas di luar ruangan, lebih baik jumlahnya ditambah.

  1. Sebaiknya air putih saja

Es kelapa, es buah, sirup atau kolak memang segar diminum saat berbuka puasa. Tapi ingat, kesemuanya itu mengandung banyak gula yang membuat kita merasa makin haus saja dan ingin tambah lagi dan lagi.

  1. Kurangi konsumsi garam

Garam bersifat mengikat air sehingga konsumsi garam berlebihan bisa membuat kita kehausan. Hindari penambahan garam yang berlebihan pada masakan. Juga kurangi makanan yang banyak mengandung garam, seperti : acar, keju, camilan, daging olahan dan makanan kaleng.

  1. Makan sayuran dan buah-buahan segar

Sayur dan buah segar kaya akan serat dan kandungan air. Makanan berserat membuat tubuh kenyang lebih lama sehingga akan mengurangi rasa haus dan membantu proses pembuangan yang membuat kita terhindar dari sembelit. Kandungan air pada sayur dan buah juga membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

  1. Minum sedikit tapi sering

Minum langsung dalam jumlah banyak akan membuat perut tak nyaman. Minumlah dalam porsi kecil dan selang-seling dengan waktu makan. Misalnya segelas air saat terbangun sahur dan sesudahnya, segelas saat azan Magrib bergema dan setelah makanan utama, segelas sebelum dan sesudah tarawih, dan minum lagi sebelum beranjak tidur. Pola ini akan mencukupi jumlah kebutuhan air minum dalam sehari. (sbc-02/vnc)

 




Tinggalkan Balasan