Search
Senin 25 September 2017
  • :
  • :

Kebutuhan Minum Susu Sesuai Usia, Ini Kata Ahli Gizi

Starberita – Jakarta, Susu adalah asupan makanan penting pertama yang dikonsumsi manusia sejak lahir ke dunia. Susu diperlukan manusia sepanjang hidupnya. Bukan hanya saat bayi dan balita.

Ahli gizi, dosen di Jurusan Gizi – Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta II sekaligus anggota Bidang Penelitian dan Pengembangan Gizi Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI),Dr Marudut MPS, menjelaskan kebutuhan gizi setiap individu berbeda di setiap tahap perkembangannya.

Peraturan Menteri Kesehatan No. 75 Tahun 2013 menginformasikan kebutuhan gizi seseorang berdasarkan tahapan usia dan jenis kelamin. Pemenuhan gizi di setiap tahap tersebut sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan manusia.

“Sebagai contoh, pemenuhan protein penting untuk pertumbuhan dan perkembangan, namun yang lebih penting lagi adalah untuk memelihara sistem imun tubuh secara keseluruhan,” kata Marudut.

Dengan sistem imun yang baik, lanjut Marudut, seseorang dapat tumbuh dan berkembang di setiap tahapan dengan optimal. Hal yang unik, katanya, adalah susu dapat membantu memasok kebutuhan zat gizi tertentu di setiap tahap kehidupan tersebut.

Marudut menjelaskan, susu merupakan pangan yang kaya zat gizi yang dibutuhkan untuk melengkapi zat gizi yang diperoleh dari makanan. Berbagai zat gizi yang terdapat dalam segelas susu dapat memberi manfaat bagi manusia di setiap tahap kehidupannya. “Pada periode 1000 hari pertama kehidupan, tahap tumbuh-kembang yang sangat penting dalam menentukan sumber daya manusia di masa yang akan datang adalah pembentukan jaringan otak,” katanya.

Dia memaparkan, jaringan otak terdiri dari 50 persen-60 persen lemak dan bagian terbesar lainnya protein serta berbagai vitamin dan mineral dalam jumlah lebih sedikit. Berat otak manusia pada tahun pertama kehidupan adalah 70 persen dari berat otak orang dewasa. Pada periode ini diperlukan zat-zat gizi yang cukup untuk membentuk jaringan otak yang sempurna.

Selain itu, protein yang berkualitas baik diperlukan untuk membentuk protein otak. Susu dapat membantu memasok kebutuhan protein dan lemak yang dibutuhkan tubuh sehingga kebutuhan zat gizi tersebut untuk otak dapat terpenuhi. “Pada masa kanak-kanak, susu dapat memasok energi untuk aktifitas sehari-hari serta protein dan kalsium untuk pertumbuhan yang optimal,” kata Marudut.

Pada masa remaja, susu dapat membantu memenuhi kebutuhan protein dan kalsium untuk perkembangan jaringan tubuh. Marudut mencontohkan, asupan protein dan kalsium yang cukup dapat mendukung perkembangan sistem reproduksi yang baik dan meningkatkan mineral kalsium pada tulang. “Konsumsi susu yang rutin di masa ini juga dapat berperan sebagai investasi kalsium untuk jaringan tulang yang sehat pada usia lanjut serta dapat mencegah osteoporosis,” katanya.

Pada tahap dewasa, susu dapat membantu menyediakan zat gizi yang berkualitas baik yang diperlukan untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan. “Bila seseorang memiliki kesehatan yang baik, resiko untuk terkena penyakit degeneratif juga menurun,” tuturnya.

Susu juga dapat menjadi alternatif pemenuhan gizi bagi kaum lansia. Terutama untuk lansia yang sudah sulit mengunyah makanan. “Untuk memenuhi kebutuhan gizi dan menjaga kesehatan mereka, susu dapat menjadi salah satu pilihan pangan bergizi bagi mereka,” ujar Marudut.

Senior Medical Manager Frisian Flag Indonesia Yeni Novianti menjelaskan bahwa pemenuhan gizi yang sesuai di tiap tahapan kehidupan merupakan hal yang penting untuk mendukung terwujudnya keluarga Indonesia yang sehat dan kuat.

“Susu dapat menjadi pilihan pangan bergizi dan sehat. Bentuknya yang cair dan rasanya yang lezat dapat menjadi solusi praktis pemenuhan gizi setiap anggota keluarga mulai dari ibu hamil, anak-anak, remaja, hingga dewasa di tengah aktifitas yang padat. Satu gelas susu sapi mengandung minimal 110 kkal serta multivitamin dan mineral,” katanya. (sbc-02/tem)

 




Tinggalkan Balasan