Search
Minggu 25 Juni 2017
  • :
  • :

Puasa, Momentum Terapkan Pola Hidup Lebih Sehat

Starberita – Jakarta, Puasa tidak hanya mendekatkan diri Anda dengan Sang Maha Pencipta. Dengan merasakan lapar dan haus selama belasan jam, Anda mencapai level kesehatan yang lebih prima.

Langsing hanya salah satu indikator keberhasilan yang Anda dapatkan. Lebih jauh, ada sesuatu yang terjadi di lambung Anda saat menahan lapar dan haus. Apa itu?

Dokter spesialis geriatrik dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Kencana Jakarta, Prof Dr dr Siti Setiati SpPD-KGer MEpid FINASIM, menerangkan ketika lapar, tubuh menghasilkan hormon grelin.

“Sejumlah jurnal kesehatan terkini melaporkan, hormon ini mampu meningkatkan sinaps sekaligus memperbaiki sel-sel saraf otak. Munculnya grelin merangsang pembentukan sel-sel otak baru. Jadi ternyata, lapar itu ada manfaatnya. Maka, makanlah secukupnya. Jangan (kalau orang Jawa bilang) gragas,” jelas Siti.

Sinaps adalah pertemuan dua sel saraf (yang ujung serabut sarafnya hampir menyentuh sel lain) untuk mengirimkan sinyal pada otak. Sebagai informasi, otak terdiri beberapa bagian. Setiap bagian terdapat jutaan neuron (sel saraf berikut cabang halusnya) yang saling terkoneksi melalui sinaps. Seiring perkembangan usia, jumlahnya akan terus menurun. Anak-anak, memiliki sekitar 10 pangkat 16 sinaps. Sementara orang dewasa, 10 pangkat 15 sinapsis.

Sejumlah pakar meyakini, hormon grelin juga bisa muncul ketika seseorang menerapkan pola diet pembatasan kalori. Salah satu caranya, puasa. Puasa, menurut Siti, bersifat prolong life serta delay aging atau menghambat proses penuaan. Karenanya, Siti mengingatkan Anda untuk menghindari “balas dendam” saat berbuka.

“Jangan menerapkan puasa balas dendam. Ketika buka, Anda makan sebanyak-banyaknya. Jika kalap makan, puasa yang Anda jalani sedari imsak itu enggak ada gunanya. Puasa itu esensinya mengurangi asupan kalori sebanyak 20 sampai 30 persen dari yang biasanya Anda asup. Jadi, semestinya puasa itu dijadikan momentum untuk menjalani pola hidup yang lebih sehat,” kata Siti. (sbc-02/auc)

 




Tinggalkan Balasan