Search
Rabu 20 September 2017
  • :
  • :

Panglima TNI: Demokrasi Indonesia Tak Sesuai Pancasila

Starberita – Jakarta, Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, mengkritik demokrasi yang saat ini berlangsung di Indonesia. Menurutnya, penerapan demokrasi Indonesia kini tidak lagi sesuai dengan Pancasila.

Dalam sila keempat disebutkan ‘Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan’. Sila keempat Pancasila itu jelas bahwa demokrasi Indonesia itu harus dengan musyawarah mufakat, bukan cara-cara voting yang kerap dipertontonkan di Gedung Parlemen.

“Namun apa yang terjadi saat ini? Musyawarah mufakat sudah ditinggalkan dan demokrasi di Indonesia tidak sesuai dengan Pancasila,” kata Gatot dalam orasi kebangsaan di Kampus UAD Yogyakarta, Minggu (4/6/2017) malam.

Jenderal Gatot menegaskan, demokrasi Pancasila ini sesuai dengan ajaran agama Islam, dengan cara kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. “Jadi musyawarah mufakat, bukan voting,” tegasnya.

Mantan KSAD ini juga mencontohkan banyak negara yang hancur karena perpecahan ekonomi dan agama, salah satunya Uni Soviet. Namun di Indonesia, yang terdiri banyak suku, bahasa dan agama, hingga saat tetap bersatu itu dikarenakan Pancasila.

Gatot mengatakan semua suku di Indonesia punya ciri khas senjata dan juga punya tarian perang sehingga bangsa Indonesia ini adalah para pejuang.

“Makanya untuk interaksi dan memberlakukannya dengan kemanusiaan yang adil dan beradab, melebihi HAM internasional,” ujar Jenderal Gatot.

Dengan banyaknya suku, bahasa, agama dan kebudayaannya, maka dalam bernegara menggunakan persatuan Indonesia. “Dengan melaksanakan kelima sila dalam Pancasila maka Indonesia akan tetap bersatu tidak akan ada perpecahan,” ungkapnya.

Dia mengaku, siap dicemooh atau dimusuhi dengan sikapnya yang mengkritik cara berdemokrasi Indonesia saat ini, yang dinilainya jauh dari nilai-nilai Pancasila. “Saya juga siap ditembaki, enggak apa-apa. Memang Pancasila seperti itu,” tegasnya. (sbc-03/vnc)

 

 




Tinggalkan Balasan