Search
Kamis 29 Juni 2017
  • :
  • :

Interpelasi Kandas, Modesta: Sepeserpun Saya Tak Ada Terima

Starberita – Medan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan menggulirkan hak interpelasi kepada Walikota Medan guna mempertanyakan perihal penataan reklame. Namun, interpelasi itu gagal dikarenakan 4 dari 9 pengusul menarik usulannya.

Akibatnya, interpelasi yang digelar dalam sidang paripurna DPRD Kota Medan kandas, karena tidak mencukupi kourum sesuai Tata Tertib (Tatib). Hal itu menimbulkan tanda tanya, bahkan ada sinyalemen orang-orang yang menarik usulan diduga mendapatkan “sesuatu”.

Salah seorang pengusul yang menarik usulannya, Modesta Marpaung, membantah keras dugaan itu. “Tidak betul itu. Sepeser pun saya tidak ada menerima,” tegas Modesta menjawab wartawan di Medan, Minggu (4/6/2017).

Memang, kata anggota Fraksi Partai Golkar ini, awalnya dirinya ikut menandatangani usulan interpelasi, mengingat persoalan reklame di Kota Medan begitu pelik. Sebab, banyak reklame berdiri seperti “jamur di musim hujan”, namun minim pendapat, sehingga Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor itu jauh dari yang diharapkan.

Tetapi sejak DPRD melalui komisi terkait membentuk Panitia Khusus (Pansus) dan mengeluarkan rekomendasi, sebut Modesta, ditindaklanjuti oleh Pemko Medan dengan melakukan action menertibkan reklame yang berdiri menyalah dan tidak memiliki izin di 13 zona larangan. “Artinya, niat baik Pemko Medan untuk menertibkan itu sesuai dengan rekomendasi dewan ada,” katanya.

Apalagi, sambung Modesta, para pengusaha periklanan yang tergabung dalam P3I juga mendukung dilakukannya penertiban itu. “Bahkan, dari informasi yang kita dengar P3I juga memasukan permohonan kepada Pansus agar Perda tentang reklame itu direvisi. Informasinya juga, dewan merespon masukan itu dan sudah dibicarakan di tingkat pimpinan. Jadi, tinggal menunggu, apakah dilakukan revisi atau tidak, kita juga belum tahu,” ungkapnya.

Dari berbagai kajian dan pencermatan itu, tambah Modesta, pihaknya menarik usulan interpelasi, karena memang subtansinya kurang begitu mengena. “Terus terang, kita melihat Pemko Medan bekerja kok. Jadi, tidak ada salahnya kita beri kesempatan kepada Pemko untuk melanjutkan pekerjaannya,” pungkasnya.

Diketahui, sebelumnya 9 anggota DPRD Kota Medan, yakni Ahmad Arif dan Zulkarnaen Yusuf (PAN), M Nasir dan Asmui Lubis (PKS), Paul Mei Anton (PDIP), Beston Sinaga (PKPI), Modesta Marpaung (Golkar), Godfried Effendi Lubis (Gerindra) dan Irsal Fikri (PPP) menjadi pengusul digulirkannya hak interpelasi. Namun, dari 9 nama itu, 4 diantaranya, masing-masing Ahmad Arif, Irsal Fikri, Modesta Marpaung dan Beston Sinaga, menarik usulannya. (sbc-02)

 

 




Tinggalkan Balasan