Search
Senin 18 Desember 2017
  • :
  • :

Pembatalan Izin Reklamasi Bakal Jadi Blunder?

Starberita – Jakarta, Asia Water Council (AWC) mempertanyakan rencana Gubernur DKI terpilih Anis Baswedan dan wakilnya Sandiaga Uno terkait pembatalan reklamasi.

“Pembatalan izin reklamasi yang telah diterbitkan dinilai akan menjadi blunder besar bagi Pemerintah Provinsi DKI. Selain akan mengundang gugatan dengan nilai ganti rugi yang sangat besar, juga akan memberikan sinyal buruk kepada dunia mengenai ketidakpastian hukum dan investasi di Indonesia,” jelas Firdaus Ali, Vice President Asia Water Council (AWC), kepada media di Jakarta.

Menurut pakar teknik perairan dari Universitas Indonesia ini, wacana untuk membatalkan izin yang telah diterbitkan tidak pada tempatnya jika dilakukan oleh Pemprov DKI. Keputusan Presiden tahun 1995 tentang reklamasi telah mengamanatkan kepada Pemprov DKI melaksanakan pembangunan di pantai utara Jakarta melalui reklamasi.

“Seyogyanya, pemimpin baru Jakarta tidak mempertontonkan sikap yang bertentangan dan tidak produktif bagi kepentingan pembangunan di Indonesia, tidak hanya di Jakarta,” ujar Firdaus Ali.

Firdaus Ali menjelaskan, penataan dan pengembangan kawasan pantai utara Jakarta dengan reklamasi merupakan solusi yang komprehensif untuk mengatasi dan mengantisipasi beberapa problem krusial di ibukota.

“Ada banyak persoalan yang dihadapi oleh ibukota Jakarta yang harus segera dieksekusi solusinya. Persoalan genangan dan banjir yang terus mengancam, kepadatan penduduk, luas wilayah yang terbatas dan juga masalah kelangkaan sumber air bersih adalah hal-hal yang harus diatasi segera,” jelas Firdaus Ali.

Menurut Firdaus Ali, jika ada masalah yang timbul akibat reklamasi terkait dengan masalah sosial dan lingkungan pasti kita dapat mencarikan solusinya. “Karena, di mana pun, tidak ada pembangunan fisik yang tidak menimbulkan dampak,” ujar Firdaus Ali yang juga menjabat sebagai Managing Director Indonesia Water Institute.

Seandainya nanti proses penataan kawasan pantai utara Jakarta harus dibatalkan karena alasan-alasan yang kurang fundamental, tambah Firdaus Ali, Indonesia akan mengalami kerugian yang sangat besar.

“Bukan hanya Jakarta yang rugi karena akan mengalami stagnasi perkembangan di antara kota-kota besar di dunia, tetapi Indonesia juga akan dipandang buruk di mata dunia karena kesan ketidakpastian hukum dan investasi di negara ini,” kata Firdaus Ali.

Firdaus Ali menambahkan, pemerintah juga harus menyiapkan dana yang sangat besar sebagai gantirugi kepada pengembang jika reklamasi nantinya dibatalkan.

“Rencana yang tadinya dirancang sebagai sesuatu yang akan menghasilkan multiplier-effect besar bagi pembangunan malah berpotensi akan menuai kerugian besar. Sangat kontra produktif,” jelas Firdaus Ali.

(sbc-03/inc)




Tinggalkan Balasan