Search
Sabtu 23 September 2017
  • :
  • :

Doyan Tidur, Hati-hati Itu Penyakit Sleeping Beauty

Starberita – Jakarta, Dalam dongeng, Sleeping Beauty digambarkan sebagai seorang putri cantik yang terus tertidur akibat kutukan penyihir jahat. Tapi di dunia nyata, ada penyakit langka yang disebut Sleeping Beauty dan penderitanya tak selalu perempuan.

Seorang remaja di Florida, Amerika Serikat, menderita kelainan yang membuatnya terus tertidur, bahkan mencapai 20 jam sehari. Kelainan ini disebut sindrom Kleine-Levin, dan kadang disebut pula sindrom Sleeping Beauty.

Michael Hamper adalah pelajar SMA yang bercita-cita menjadi dokter. Penyakit langka itu bisa menyerang selama hingga tiga minggu dan selama masa itu Hamper benar-benar perlu perhatian serius.

Saat serangan datang, Hamper sering mudah bingung dan mendengar dirinya menggumam tak jelas. Ketika sedang sehat, Hamper sangat menikmati hidupnya, tak ada rasa bingung, disorientasi, dan kelelahan yang tak jelas.

“Sungguh sebuah pukulan buat saya sebagai ayah melihat anak saya mengalami hal ini, padahal ia sangat cerdas,” kata Chris Hamper, ayah Michael Hamper yang juga dokter.

Hamper masih berusia 14 tahun ketika pertama kali mengalami sindrom Sleeping Beauty itu. Dokter salah mendiagnosis dan menyebutnya terkena infeksi virus, depresi, atau kelainan makan. Sang ayah menyadari ada masalah saraf yang membuat putranya tidur hingga 20 jam sehari.

Hamper kemudian dibawa ke sebuah rumah sakit anak di Boston. Di sana dokter mengamati bagaimana Hamper berjalan ke buffet dan makan pasta dengan lahap menggunakan kedua tangan. Tak lama setelah itu, dokter pun mengkonfirmasikan hasil diagnosa. “Saya sangat terkejut. Bukan karena saya menderita kelainan ini tapi karena mendengar jawabannya,” tutur Hamper.

Meski belum ada pengobatan untuk penyakit ini, keluarga Hamper tak ingin anak mereka yang cerdas itu terbelenggu. Hamper telah belajar banyak mengenai penyakit ini dan menemui banyak pasien dengan gejala serupa di seluruh negara bagian Florida. (sbc-02/tem)

 




Tinggalkan Balasan