Search
Senin 18 Desember 2017
  • :
  • :

Petugas Kesehatan Mata Harus Pro Aktif

Starberita – Medan, Gubernur Sumatera Utara, Ir HT Erry Nuradi MSi, mengharapkan petugas kesehatan dapat melacak dan mencari penderita penyakit mata sebanyak-banyaknya untuk diobati di rumah sakit khusus mata.

“Petugas kesehatan, khususnya mata lebih aktif lagi mencari para penderita penyakit mata. Sebab, masih banyak masyarakat yang belum memahami adanya RS UPT khusus mata ini,” kata Gubsu pada peresmian Rumah Sakit khusus mata milik Pemprovsu di Jalan Kapten Sumarsono No. 1 Medan, Jumat (2/6/2017) yang ditandai dengan penandatanganan prasasti.

Masalah kebutaan pada masyarakat, kata Gubsu, erat kaitannya dengan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya kesehatan mata. Hal ini, terlihat dari kunjungan pasien yang datang berobat ke UPT rumah sakit mata.

“Rata-rata yang paling sering berobat, yakni penyakit katarak, myopia, kelainan retina, glaukoma dan lain-lain. Bila tidak diobati, ini akan menimbulkan kebutaan pada masyarakat,” kata Gubsu.

Selain pelayanan, Gubsu, juga mengharapkan sumber daya manusia bidang pelayanan kesehatan masyarakat harus ditingkatkan, sehingga masyarakat dapat dilayani secara profesional. “Bila memungkinkan, dokter-dokter spesialis diberikan insentif guna memberi semangat dan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” sebut Gubsu.

Selain itu, tambah Gubsu, infrastruktur rumah sakit juga harus terus ditingkatkan dengan pengadaan fasilitas-fasilitas dan peralatan yang reprenstatif, sehingga pelayanan maksimal dan profesional dapat dirasakan masyarakat.

Sementara Kadis Kesehatan Provsu, Agustama, mengharapkan keberadaan RS Khusus mata semakin memberikan pelayanan yang profesional sesuai dengan keinginan masyarakat, khususnya penyakit mata.

“UPT RS Khusus Mata ini, memiliki visi sebagai pusat pelayanan rujukan kesehatan mata dan THT masyarakat Provinsi Sumatera Utara. Salah satu misinya memberikan pelayanan prima kesehatan mata dan THT masyarakat secara profesional,” ujar Agustama.

Agustama juga menyampaikan, UPT RS khusus mata melayani dua pelayanan kesehatan mata dan THT. Setiap tahun sejak tahun 2014 pelayanan mata dan THT meningkat, terlihat dari kunjungan berobat jalan sebanyak 8.996 kunjungan. Tahun 2015 kunjungan berobat jalan sebanyak 15.779 dan 2016 sebanyak 15.978 kunjungan.

“UPT RS Khusus Mata juga melakukan operasi katarak dengan jumlah operasi sebanyak 230 pasien dengan menggunakan alat Phacoemulsi,” sebut Agustama.

Sedangkan sumber daya manusia di UPT RS Khusus Mata ini memiliki 3 orang dokter spesialis mata dan 1 orang dokter spesialis THT. “Jumlah keseluruhan pegawai di UPT RS Khusus Mata sebanyak 104 orang,” ujarnya. (sbc-04)




Tinggalkan Balasan