Search
Senin 18 Desember 2017
  • :
  • :

Erry: Pancasila Pemersatu Bangsa

Starberita – Medan, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Tengku Erry Nuradi bertindak sebagai inspektur Upacara dalam Peringatan Hari lahirnya Pancasila yang dilaksanakan di halaman Kantor Gubernur Jalan Diponegoro Medan, Kamis (1/6/2017).

Upacara pun diikuti oleh Aparatur Sipil Negara jajaran Pemprovsu. Hadir pada peringatan tersebut  Wagubsu, Nurhajizah Marpaung, Sekdaprovsu, Hasban Ritonga, Staf dan Asisten Gubernur, sejumlah kepala SKPD dijajaran Pemprovsu, serta ASN dijajaran Setdaprovsu.

Membacakan pidato Presiden RI, Joko Widodo, Erry menyampaikan bahwa Pancasila adalah lambang negara yang  menjadi pemersatu rakyat Indonesia yang beragam. Ia juga mengatakan, pancasila merupakan hasil dari satu kesatuan proses yang dimulai dengan rumusan Pancasila tanggal 1 Juni 1945 yang dipidatokan Ir Soekarno pada piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945 dan final pancasila tanggal 18 Agustus 1945.

“Adalah jiwa besar para founding fathers, para ulama dan pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok nusantara. Sehingga kita bisa membangun kesepakatan bangsa yang mempersatukan kita,” kata Erry.

Untuk itu, lanjut Erry, harus diingat kodrat bangsa Indonesia adalah keberagaman, takdir Tuhan untuk kita adalah keberagaman dari Sabang sampai Meruke adalah keberagaman. Dari Miangas sampai Rote adalah juga keberagaman.

“Berbagai etnis, bahasa, adat istiadat, agama ,kepercayaan dan golongan bersatu padu membentuk Indonesia itulah ke Bhinneka Tunggal Ika-an kita,” jelasnya lagi.

Namun, kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini sedang mengalami tantangan, Kebinekaan sedang diuji, kebhinekaan dan keikaan kita. “Saat ini ada sikap tidal toleran yang mengusung ideologi lain selain Pancasila. Masalah imi semakin mencemaskan takkala diperparah oleh penyalahgunaan media sosial yang banyak menggaungkan hoax alias kabar bohong,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, sangat perlu bangsa ini belajar dari pengalaman buruk negara lain yang dihantui oleh radikisme, konflik sosial, terorisme dan perang saudra. Dengan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRi dan Bhinneka Tunggal Ika, bangsa ini bisa terhindari dari masalah tersebut.

“Kita bisa hidup rukun dan bergotong royong untuk memajulan negeri, dengan Pancasila Indonesia adalah harapan dan rujukan masyarakat Internasional untuk membangun dunia yang damal, adil dan makmur di tengah kemajemukan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, ia mengajak peran para tokoh agama, tokoh masyarakat, pendidik, pelaku seni dan budaya, pelaku media, jajaran birokrasi untuk menjaga Pancasila pemahanan dan pengalaman harus terus diingatkan, fokus pemberitaan dan perdebatan di mesia sosial harus menjadi bagian dalam pendalaman dan pengamalan Pancasila.

“Sudah menjadi komitmen pemeritah untuk penguatan Pancasila untuk pengentas kemiskinan. Pemerataan kesejahteran dan berbagai program lainnya menjadi bagian integral dari pengalaman nilai-nilai Pancasila,” ujarnya. (sbc-04)




Tinggalkan Balasan