Search
Sabtu 23 September 2017
  • :
  • :

Medan Merupakan Contoh Multikultural yang Harmonis

Starberita – Medan, Walikota Medan, Drs HT Dzulmi Eldin S MSi, mengatakan sebagai kota Melting Pot, Kota Medan merupakan contoh multikultural yang sangat harmonis, karena keberagaman yang ada selama ini merupakan salah satu unsur memperkaya khasanah budaya di Kota Medan.

“Kalaupun ada riak-riak kecil yang mencoba mengganggu keharmonisan tersebut, seluruh elemen masyarakat secara bersama dengan kesadaran sendiri langsung bergerak mengantisipasinya. Di kota ini, terlihat jelas bukti bahwa mayoritas melindungi minoritas, manakala minoritas pun menghormati dan menghargai mayoritas,” jelas Walikota dalam sambutannya pada pembukaan Ramadhan Fair XIV tahun 2017 di Taman Sri Deli Medan.
Ramadhan Fair, kata Walikota, merupakan kegiatan tahunan yang kerap dinantikan warga Sumatera Utara, khususnya Kota Medan. Sejak digelar pertama kali tahun 2003, event ini sukses menjadi ikon yang identik dengan kemeriahan suasana Ramadhan di Kota Medan.

Pengunjung Ramadhan Fair, sebut Walikota, juga tidak terbatas kepada umat Muslim namun umat lain pun banyak yang menghadiri nya bersama anggota keluarga maupun koleganya. Hal ini menujukkan bahwa keberagaman menjadi semangat yang dijunjung tinggi di Kota Medan. “Agama benar-benar mampu menjadi rahmat bagi sekalian alam semesta, terutama di bulan suci Ramadhan ini,” kata Walikota.

Sebagai event yang menjadi kalender rutin Pemko Medan, ungkap Walikota, Ramadhan Fair diakuinya masih jauh dari kata sempurna. Berbagai masalah kerap mewarnai pelaksanaan kegiatan yang dinilai sangat efektif bagi para pelaku UMKM untuk lebih mengenalkan produknya kepada masyarakat luas.

Untuk itu Walikota yakin, pendekatan kekeluargaan dan manajemen profesional menjadi solusi yang selama ini selalu dikedepankan guna mengatasi perbagai permasalahn tersebut. “Saya harapkan di masa mendatang, berbagai permasalahan akan bisa kita perbaiki secara signifikan. Yakinlah bahwa permasalahan ada untuk membuat kita makin dwasa dan bukan menghancurkan kita,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu Walikota juga memaparkan hikmah puasa Ramadhan. Selain menyehatkan tubuh, puasa dapat membersihkan jiwa, menanamkan sifat kasih sayang kepada sesama. Kemudian melatih kesabaran, intropeksi diri, mendekatkan diri kepada Allah SWT serta memperbaiki kualitas ibadah serta sebagai sarana mempersatukan umat.

Selain itu, tambah Walikota, puasa Ramadhan juga mengajarkan umat Muslim untuk mampu berbuka puasa secara sederhana, sebab masih banyak umat Muslim di luar sana yang tidak mampu berbuka puasa selain dengan seteguk air dan makanan seadanya.

“Justru di bulan Ramadhan inilah, jiwa sosial kita diasah untuk terus mampu berempati terhadap nasib saudara-saudara kita yang hidupnya tidak seberuntung kita semua . Jadi mari kita jadikan Ramadhan ini sebagai momen untuk meningkatkan semangat berbagi,” harapnya.
Diketahui, Ramadhan Fair berlangsung mulai 27 Mei sampai 24 Juni 2017, menampilkan bazar UMKM berbasis kuliner sebanyak 135 pedagang dan non kuliner sebanyak 75 pedagang. Selain itu juga diisi dengan pelaksanaan tausiah dan konsultasi agama, penampilan atraksi seni dan budaya Islami dari artis local dan ibukota, tadarus Al Qur’an serta peringatan Nuzul Qur’an. Ditambah perlombaan yang bersifat religius yang terdiri dari festival band religius, lomba azan tingkat SD dan perlombaan busana Muslim. (sbc-02)




Tinggalkan Balasan