Search
Selasa 27 Juni 2017
  • :
  • :

Alasan Dedi Bunuh Penjaga Gudang di Komplek CBD Polonia

Starberita – Medan, Dedi Umbara (34) warga Jalan Pipa Utama, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia terpaksa harus dipapah saat berjalan di Mapolresta Medan, Selasa (30/5/2017).

Pasalnya, kaki Dedi terpaksa ditembak petugas karena melakukan perlawanan saat akan ditangkap pihak kepolisian. Dedi diamankan petugas karena menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan di Komplek CBD Polonia Medan beberapa waktu lalu. Di mana korban bernama Kamal (53) merupakan warga Sei Mati Belawan yang saat itu bertugas sebagai penjaga gudang.

Wakapolrestabes Medan, AKBP Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, pelaku menganiaya korban seorang diri dengan menggunakan besi ulir.

Ia juga menjelaskan, dari tangan pelaku petugas mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Vario 150 CC tanpa plat, baju, despenser, dan beberapa unit handphone.

“Pelaku seorang diri melakukan pembunuhan itu di dalam gudang dengan menggunakan besi ulir. Akibat perbuatannya, pelaku akan dikenakan Pasal 351 Subsider 338 KUHPidana. Selain itu pelaku juga mendapatkan tembakan dikakinya karena melawan saat akan diamakankan oleh petugas gabungan Polrestabes Medan,” papar Tatan di Mapolresta Medan, Selasa (30/5/2017).

Sementara itu, Dedi yang ditanyai mengaku bahwa dirinya membunuh korban, karena telah dilecehkan oleh korban. Dikatakannya, ia nekat melakukan penganiayaan secara spontan.

“Saya akui salah karena membunuh dia usai sholat subuh. Tapi, saya tak terima dilecehkan olehnya. Dia ngajak saya untuk berhubungan, bahkan kemaluan saya juga dipegangnya. Makanya saya marah dan menganiayanya,” ungkap Dedi.

Akibat perbuatannya tersebut, Dedi pun mengatakan bahwa dirinya sangat menyesali atas apa yang telah dilakukannya. Karena menurutnya, ia melakukan hal tersebut dengan alasan untuk melakukan pembelaan diri akibat pelecehan yang dilakukan korban terhadapnya. (sbc-04)




Tinggalkan Balasan