Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Istana Bantah Hubungan Jokowi-JK Retak
Search
Kamis 19 September 2019
  • :
  • :

Istana Bantah Hubungan Jokowi-JK Retak

Starberita – Medan, Kabar keretakan hubungan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, sempat mencuat beberapa waktu belakangan ini. Puncaknya, saat Jokowi mengundang tokoh lintas agama, yang tidak dihadiri Kalla pada Rabu, (17/5/2017) lalu. Saat itu, Wapres Kalla pagi harinya bertolak ke Inggris.

Sebelum rapat kabinet terbatas atau ratas di Istana Bogor, Senin (22/5/2017) kemarin, Presiden Jokowi dan Wapres Kalla sempat memperlihatkan kemesraan dihadapan publik. Berjalan dari dari Aula Garuda menuju Ruang Teratai (lokasi ratas) gedung utama Istana Bogor, Jokowi dan JK terlihat bercengkrama.

Entah apa yang dibicarakan, namun Jokowi terlihat tertawa lepas saat JK memaparkan sesuatu. Begitu juga Seskab Pramono Anung dan Mensesneg Pratikno yang ada di belakang mereka.

“Pada dasarnya hubungan Presiden dengan Wakil Presiden sangat baik sekali tidak ada apa-apa. Kalau kemudian katakanlah ada yang mempersepsikan, menurut saya salah sekali,” kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Selasa (23/5/2017).

Dia memastikan, kekompakan kedua pemimpin negara itu. Apalagi ada keinginan, kepemimpinan yang diamanahkan sejak 2014 itu, ingin dibangun sistem yang lebih baik.

“Presiden dan Wapres itu dwi tunggal, yang bersama-sama, sehingga dalam menjalankan kepemimpinan itu selalu bersama-sama. Tidak ada ruang bagi siapa pun untuk bisa memecah itu,” jelasnya.

Bukti kepemimpinan Jokowi dan JK menurut Pramono, adalah pengakuan internasional. Bahkan, lanjut politikus senior PDI Perjuangan itu, investor luar negeri kini berbondong-bondong untuk masuk ke Indonesia.

Tidak hanya itu, banyak kepala negara yang datang ke Indonesia. Hampir setiap bulan, lanjut Pramono, rata-rata tiga kepala negara datang ke Indonesia. “Ini kan menunjukkan Indonesia sedang menjadi darling-nya dunia,” pungkasnya. (sbc-03/vnc)




Tinggalkan Balasan

error: