Search
Minggu 24 September 2017
  • :
  • :

Intercooler Masuk Kota, Polantas dan Dishub Saling “Serang”

Starberita – Rantauprapat, Truk Intercooler masih bebas melintas di inti Kota Rantauprapat. Ditanya kewenangan, Polantas Polres Labuhanbatu dengan Dinas Perhubungan, malah saling serang dan memberi penjelasan pembenaran.

Teranyar pada Kamis (18/5/2017) sekira pukul 14.42 WIB. Sebuah truk Intercooler tadinya keluar dari ujung jalan Ahmad Dahlan, lalu berbelok ke kanan masuk jalan Gatot Subroto menuju jalan inti kota/bundaran simpang IV Rantauprapat.

Selanjutnya, walau hanya berjarak tidak sampai 10 meter dari Pos Polantas simpang IV ataubrumah dinas Kapolres Labuhanbatu, truk memiliki 10 ban dengan bak besi itupun, memutari tugu dan bebas berlanjut ke jalan Diponegoro.

Bahkan awalnya saat kepala truk Intercooler tersebut dipenghujung jalan Ahmad Dahlan, bomper depan truk nyaris menabrak bodi samping kenderaan pengendara yang melintas dari jalan Gatot Subroto.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Pemkab Labuhanbatu, Tuahta R Saragih dimintai tanggapan pertelepon mengaku tidak dapat berbuat banyak akan adanya keresahan pengendara sekaitan masih masuknya truk ke inti kota.

Sebab, menurutnya, pihaknya tidak memiliki kewenangan melakukan penindakan terlebih jika mengarah Tilang. Namun gawean mereka hanya sebatas melakukan teguran dan peringatan.

“Bahkan pernah saya tangkap 12 truk. Tetapi ya itulah, semaksimalnya kita berbuat hanya paling mampu menahan buku uji saja,” ujarnya.

Sesuai regulasi, kewenangan Dinas Perhubungan hanya berkaitan dengan sarana badan jalan, misalnya rambu-rambu atau sejenisnya. Jika penindakan, itu gawenya pihak kepolisian.

Walaupun begitu, pihaknya sejak awal sudah melakukan koordinasi kepada pihak Polres Labuhanbatu serta upaya melakukan patroli pada jam-jam tertentu. “Tapi itulah, saat kita patroli, tidak ada yang melintas,” akunya.

Untuk memiliki kewenangan yang kuat dan dilindungi regulasi, pihaknya kini telah menyusun Peraturan Bupati (Perbup) akan larangan truk masuk kota. Sementara selama ini larangan hanya sebatas Surat Edaran.

“Sampai dimanalah kekuatan surat edaran. Makanya kita sudah buat Perbup larangannya agar kita dalam bertindak dapat lebih maksimal. Kita juga berharap dukungan semua pihak,” ujar Kadishub Pemkab Labuhanbatu itu.

Sementara, keterangan yang disampaikan oleh Kadishub sangat bertolakbelakang jika dibandingkan dengan pengakuan dari pihak kepolisian.

Misalnya, Kasat Lantas Polres Labuhanbatu, AKP Mulizaldy, menjawab konfirmasi melalui pesan singkat, mengesankan dirinya tidak dapat berbuat banyak dikarenakan adanya surat edaran Bupati Labuhanbatu.

“Seharusnya tidak boleh. Tapi ada surat edaran dari Bupati yang memperbolehkan pada jam-jam tertentu, itu yang menjadi kendala,” demikian bunyi pesan singkat yang dilayangkan AKP Mulizaldy. (sbc-03/drh)




Tinggalkan Balasan