Search
Sabtu 18 November 2017
  • :
  • :

Bunga Bangkai Hebohkan Warga Asahan

Starberita – Asahan, Warga Desa yang tinggal di Dusun II Desa Gajah Sakti Kabupaten Asahan yang semula tenang tiba-tiba mendadak heboh. Pasalnya, di desa tersebut tumbuh tanaman langka sejenis Bunga Bangkai (Raflesia) di kebun salah seorang warga.

Hasil pantauan dilokasi, terlihat tumbuhan yang tingginya lebih kurang 1,5 meter ini tumbuh subur diladang milik Budi (30) yang mengaku sebelumnya tidak mengetahui bahwa di ladangnya tumbuh sejenis tanaman langka ini.

“Saya awalnya tidak mengetahui ini jenis tanaman apa, terakhir pada hari Selasa (16/5/2017) yang lalu ketika saya hendak menanam Palawija di ladang, saya melihat tumbuhan aneh diantara semak dan bekas pohon kelapa yang tumbang. Ketika itu saya melihat tanaman tersebut sedang kembang, saya saja heran karena sebelumnya tidak pernah ada menanam tanaman yang mirip dengan Bunga Bangkai ini dilahan saya, hanya saja seminggu yang lalu orang tua saya pernah melihat tanaman ini tumbuh kecil dan orang tua saya mengira tanaman ini adalah jamur liar yang biasa hidup saat musim hujan,” ujarnya.

Sejak tanaman langka ini diposting Budi di akun media sosialnya, masyarakat sekitar ramai berbondong-bondong ke ladang dibelakang rumahnya untuk menyaksikan kebenaran tanaman yang sangat mirip dengan bunga Reflesia ini.

“Menurut orang tua saya sekitar 20 tahun yang lalu tanaman ini pernah juga tumbuh di ladang ini, di mana tanaman ini jika sudah masanya pucuk bunga akan membesar dan pecah sehingga menimbulkan bau yang mirip aroma bangkai,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Desa Gajah Sakti Burhanuddin Nasution menyebutkan tanaman ini kalau dikampungnya disebut dengan nama Turbung yang konon katanya dapat menyembuhkan penyakit kulit seperti panu.

“Kabarnya kalau ada yang terkena penyakit panu, jika memeluk bunga ini maka penyakit panunya akan hilang,” ujar Burhan.

Sementara itu salah seorang pemuda pemerhati hutan dan tumbuhan S Marpaung menyebutkan bunga ini biasanya mekar di pagi hari dan apabila terkena siraman hujan.

“Tanaman ini biasanya tumbuh diareal yang curam dengan tanah yang basah, kalau mau melihat bunga ini kembang bias dilihat dipagi hari jika cuaca panas tanaman ini akan kuncup,” ujarnya sembari meminta agar lembaga terkait dapat melakukan tinjauan langsung agar dapat diteliti apakah jenis bunga ini, memang benar sejenis bunga bangkai atau dari jenis lainnya,” pungkas Marpaung. (sbc-03/drh)




Tinggalkan Balasan