Search
Selasa 25 Juli 2017
  • :
  • :

Penyediaan Rumah di Kabupaten/kota Harus Cepat Terwujud

Starberita – Medan, Kegiatan Rapat Konsultasi dan Sinkronisasi Program dan Koordinasi Pemahaman, Urgensi, Penyusunan RP3KP dan Forum Sinkronisasi Pendataan Perumahan Provinsi Sumut dinilai penting dan sangat strategis.

Selain itu, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mensinkronkan penyediaan perumahan di kabupaten/Kota se Sumatera Utara.

“Khusus untuk rumah, bukan sekedar perbaikan dan pengadaan saja, melainkan kebutuhan yang medesak,” kata Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu), Nurhajizah Marpaung dalam Rapat Konsultasi dan Sinkronisasi Program dan Koordinasi Pemahaman, Urgensi, Penyusunan RP3KP dan Forum Sinkronisasi Pendataan Perumahan Provinsi Sumut, yang dilaksanakan di Four Point Hotel Jl. Gatot Subroto Medan, Kamis (18/5/2017).

Turut Hadir Direktur Perencanaan Penyediaan Perumahan Hardi Simamora, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provsu Ida Mariana, Tenaga Ahli Penyediaan Perumahan, Pangihutan Marpaung dan peserta yang berasal dari 33 kabupaten/kota se-Sumatera.

Nurhazijah menjelaskan, beberapa kabupaten/kota rentan dengan gempa dan banjir bandang. Hal ini juga disebabkan dalam pengembangan pembangunan perumahan asal jadi tidak memperhatikan faktor lingkungan.

Karena itu, ia berharap dengan kegiatan ini kabupaten/kota dapat menyampaikan apa yang dibutuhkan masing-masing kabupaten/kota guna pengembangan perumahan.

“Diskusikan, mumpung direktur yang berkompeten tentang itu ada disini. Sampaikan dan tanyakan bagaimana bisa didapatkan dengan cepat,” pintanya.

Ketersediaan RP3P maupun pokja-pokja di Kabupaten/Kota, lanjutnya, nantinya diharapkan mempermudah dalam hal pertukaran informasi kegiatan serta efektivitas koordinasi dalam memaksimalkan seluruh kegiatan pengembangan kawasan perumahan dan permukiman sekaligus daerah-daerah yang terkena bencana seperti tanah karo dan kota padangsidempuan yang terkena bencana banjir bandang.

Untuk itu, ia menyampaikan kepada direktur agar dapat membantu penyediaan rumah terutama bagi daerah-daerah yang terkena bencana, khususnya Tanah Karo yang telah tiga tahun terkena bencana erupsi gunung Sinabung. “Bagaimana para pengungsi bisa hidup lebih layak,” bilangnya.

Ia juga mengaharapkan, agar para peserta diskusi dari kabupaten/kota dapat menanyakan bagaimana cara agar daerahnya mendapatkan program sejuta rumah.

“Tidak hanya duduk dan pulang. Namun diskusikan bagaimana syarat dan caranya bagaimana mendapatkan program itu dengan cepat,” tegasnya seraya menambahkan cepat, tepat dan bisa dirasakan lebih baik.

Hal senada juga disampaikan Kadis Tata Ida Mariana agar seluruh kabupaten segera melengkapi seluruh persyaratan yang belum terpenuhi agar program sejuta rumah  bisa dirasakan di seluruh kabupaten/kota se Sumatera Utara.

“Kabupaten/kota se Sumut agar memantapkan apa yang sudah dilakukan dan segera melengkapi persayaratan program-program sejuta rumah dirasakan di kabupaten/kota se Sumut,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, kegiatan ini berlangsung selama 3 hari dimulai tanggal 17-19 Mei 2017 dengan peserta berasal dari kepala Dinas PKP dan Bappeda dari 33 kabupaten/kota se-Sumatera Utara. (sbc-04)




Tinggalkan Balasan