Search
Sabtu 22 Juli 2017
  • :
  • :

Medan Semakin Dekat Terkena Dampak Gempa

Starberita – Medan, Wakil Walikota Medan, Ir Akhyar Nasution MSi, mengungkapkan Kota Medan sudah semakin dekat dengan kemungkinan terkena dampak gempa bumi, sebab saat ini Kota Medan berada dalam kategori 3, yang sebelumnya berada dalam kategori 1. 

Ungkapan itu disampaikan, Akhyar Nasution, ketika membuka Seminar Gempa Sumatera Utara: Resiko dan Antisipasinya, Jumat (19/5/2017). 

Karenanya, kata Akhyar, seluruh infrastruktur bangunan di Kota Medan harus sudah dirancang dengan konsep konstruksi anti gempa. “Konstruksi demikian diperlukan untuk memperkuat konstruksi bangunan di Kota Medan, sehingga diproyeksikan kedepannya bangunan di Medan dapat tahan dari dampak gempa,” katanya.             

         

Terhadap pelaksanaan seminar, Akhyar, angat menyambut baik. “Kami (Pemko Medan, red) berharap banyak akan hadirnya seminar ini, karena dianggap akan mampu memberikan kontribusi yang signifikan bagi pembangunan infrastruktur di Kota Medan,” katanya.       

    

Akhyar meyakini seminar akan bisa mengedukasi masyarakat di Kota Medan agar semakin peduli akan keberadaan gempa yang sewaktu-waktu bisa mengancam kehidupannya dan memiliki kemampuan untuk mengantisipasinya. 

“Karakteristik pembangunan infrastruktur bangunan di Kota Medan sedang mengarah pada bangunan infrastruktur bersifat vertikal. Kondisi demikian sudah menuntut konstruksi bangunan yang anti gempa, sehingga kedepanpun bangunan tidak mudah roboh dan retak karena dampak gempa,” katanya.           

Dalam pengurusan Izin Mendirikan Bangunan di Kota Medan, sebut Akhyar, Pemerintah Kota Medan membutuhkan masukan standar bangunan gedung yang layak berdiri dengan konstruksi yang sudah anti gempa, sehingga ini bisa dijadikan Pemko Medan sebagai salah satu indikator wajib untuk menerbitkan IMB nya.          

 

“Hal ini semata-mata untuk memastikan kelayakan bangunan di Kota Medan untuk berdiri kokoh termasuk juga ketika terkena dampak gempa bumi,” tekannya.      

                

Sementara Rektor Universitas Katolik St. Thomas Medan, DR Fritz R Tambunan, menilai seminar sebagai upaya untuk belajar dari kejadian kelam di masa lalu yang banyak menimbulkan korban jiwa akibat bencana gempa, sehingga para pakar geoteknik terpanggil untuk mengembangkan cara mengantisipasinya.

Seminar yang diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan itu menghadirkan narasumber Prof Dr Ir H Ramli Bin Nazir dari Malaysia, David Robinson PhD dari DMInnovation, Prof Masyur Irsyam PhD, Ketua Tim Peta Gempa Indonesia, Danny Hilman Natawidjaja PhD dari Pakar Gempa Tektonik serta sejumlah narasumber lainnya. (sbc-02)




Tinggalkan Balasan