Search
Jumat 18 Agustus 2017
  • :
  • :

Kades Tanjung Bambu Diduga Mark-up Dana Desa

Starberita – STM Hulu, Kepala Desa Tanjung Bampu Ober Tarigan Diduga melakukan mark-up dan berkonspirasi dengan BPD setempat untuk ‘mengeruk’ dana desa tahun anggaran 2016 berjumlah ratusan juta rupiah.

Dari data yang berhasil dihimpun dilapangan menyebutkan dana ratusan juta, diduga menjadi ‘kue gratisan’ bagi oknum yang tidak bertanggung jawab dengan berbagai dalih proyek desa diantaranya pembuatan jalan baru, rabat beton jalan desa, pemerataan lahan jambur, jembatan penyeberangan, dan bak mata air.

Menurut sumber mengungkapkan, dana yang dihabiskan untuk proyek fisik senilai hampir Rp1 milyar tersebut sangat tidak layak karena kwalitasnya dibawah standard yang telah ditentukan. Sehingga rabat beton yang semestinya dapat bertahan hingga berumur tahunan hanya bertahan beberapa minggu saja.

Demikian juga dengan pembuatan jembatan penyeberangan saat ini kondiSinya cukup memprihatinkan, masyarakat pejalan kaki yang melintas dari jembatan harus extra hati hati agar tidak menjadi korban.

“Jembatan ini juga telah rusak dan patah, kita kwatir akan ada korban” ujar warga Tanjung Bampu, kepada wartawan, kemarin.

Warga yang minta namanya tidak korankan ini mengingat masih ada hubungan keluarga dengan Kepala Deda menyatakan, dana pembangunan sejumlah fisik itu sangat kental tindak penggelembungan anggaran (mark-up), seperti contoh pembuatan bak yang kabarnya mencapai puluhan juta padahal jika dilihat fisiknya dengan biaya 4 juta selesai.

“Sempat ditanya beberapa pengusaha konstruksi terkait dana yang digunakan tersebut dinilai terlalu besar dan jauh dari standar, jadi sudah mahal kwalitas bobrok” ungkapnya.

Warga menyebutkan, mulusnya tindakan kepala desa itu melakukan mark -up karena telah berkonsfirasi dengan BPD sebagai lembaga pemantau di desa, karena ketua BPD desa itu merupakan saudara kandung dari kepala desa.

Selain itu, Kasi Pemerintahan Desa (PMD) kecamatan STM Hulu juga merupakan abang kandung dari kades Tanjung Bampu, sehingga apa yang dilakukan kades terkesan dilindungi.

“Susah bang, disini semua masih keluarga, kalau masyarakat yang melapor tentu masih enggan, tapi maunya pengawas dari pemerintahan turunlah ke lapangan” harap beberapa warga disana.

Ironisnya, warga mengaku jika  Ober Tarigan merupakan kades yang sangat hobi dengan judi, sehingga sering mengabaikan pelayanan publik di desa itu.

Ketua TPK sekaligus kaur Pembangunan desa Tanjung Bambu Andreas Sitepu beberapa kali coba dikonfirmasi tidak menjawab.

Sementara Camat STM Hulu, Pebri E Guru Singa yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya juga telah beberapa kali mendapat laporan dari masyarakat Tanjung Bampu terkait dana desa.

Namun, lanjutnya, Kades Tanjung Bampu sendiri sangat sulit ditemui, bahkan untuk kegiatan rapat saja Ober Tarigan jarang menghadiri.

“Kami juga sangat sulit berkordinasi dengan kades ini, untuk proyek dana desa itu akan kami cari solusi terbaiknya,” pungkasnya. (sbc-03/drh)




Tinggalkan Balasan