Search
Selasa 30 Mei 2017
  • :
  • :

Mesir akan Perketat Warganya Gunakan Media Sosial

Starberita – Medan, Pemerintah Mesir berniat memperketat warganya, menggunakan media sosial seperti Facebook, Twitter dan lainnya.

Rancangan peraturan yang beredar di media lokal menyebutkan, para pengguna media sosial diwajibkan mendaftarkan diri ke pemerintah. Bila disetujui, para pengguna akan mendapatkan nama yang digunakan sebagai akses masuk ke linimasa, dihubungkan dengan kartu identitas penduduk.

Rancangan peraturan itu diusulkan oleh Reyad Abdel Sattar, seorang anggota parlemen dari partai Warga Mesir Liberal, partai terbesar di parlemen Mesir.

“Para pengguna yang mendaftarkan ke jaringan sistem elektronik Pemerintah Mesir, akan diberi izin mengakses ke Facebook dan sejenisnya,” kata Ryad.

Ryad Abdel Sattar menambahkan, langkah reformasi perlu untuk memerangi terorisme dan upaya melawan negara. Usulan Ryad ini sudah didukung 60 anggota parlemen lainnya.

Meski banyak pihak yang menentang usul itu, tampaknya rancangan peraturan itu akan diterapkan di Mesir. Masalahnya, pengawasan linimasa itu bakal mengalami hambatan teknis, sebab pengguna media sosial di Mesir mencapai 30 juta orang.

“Saya ragu Pemerintah Mesir dapat menangani pendaftaran sebanyak itu. Birokrasi yang berbelit-belit membuat aturan itu tidak layak diterapkan,” tutur Wafa Ben-Hassine.

Ide pengawasan media itu tampaknya berdasar pada upaya Mesir menutup media sosial sejak Revolusi 2011. Kejatuhan Hosni Mubarak diakibatkan oleh Revolusi Facebook.

Sementara, menurut pemerhati HAM, sejumlah pengguna media massa ditangkap di bawah Pemerintahan Presiden Abdel Fattah el-Sisi. Pemerintah Cairo juga memblokade jaringan internet bagi penduduk berpendapatan rendah. (sbc-03/inc)




Tinggalkan Balasan