Search
Selasa 30 Mei 2017
  • :
  • :

Meriam Buatan China Meledak, Belasan Prajurit TNI Jadi Korban

Starberita – Medan, Dua belas prajurit TNI Angkatan Darat mengalami kecelakaan usai sebuah meriam jenis Giant Bow yang hendak dipergunakan untuk latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) mengalami gagal fungsi di Tanjung Datuk, Natuna Kepulauan Riau, Rabu, 17 Mei 2017.

Akibat kejadian itu, empat di antara prajurit tewas dan delapan lainnya mengalami luka. Kecelakaan latihan anggota TNI dalam gladi bersih ini menuai respons dari publik.

Sebelumnya, Sebuah meriam jenis Giant Bow milik Batalyon Arhanud 1/K mengalami gagal fungsi dalam geladi bersih persiapan Latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di Tanjung Datuk Natuna Kepulauan Riau, Rabu, 17 Mei 2017.

Akibat kejadian itu, dua belas prajurit TNI AD menjadi korban, empat di antaranya bahkan tewas di lokasi kejadian. Insiden ini mengejutkan, sebab ledakan yang disebutkan berasal dari meriam produksi China itu, terjadi dua hari menjelang kehadiran Presiden Joko Widodo dalam kegiatan latihan PPRC.

Dari sejumlah pranala, meriam Giant Bow diketahui merupakan salah satu Alat Utama Sistem persenjataan (Alutsista) milik TNI. Meriam ini disebut memiliki kemampuan sebagai penangkis serangan udara dengan dua laras.

Ia bisa difungsikan dengan cara manual atau pun otomatis. Diketahui, meriam ini memiliki kecepatan luncur proyektil yang mengagumkan yakni 970 meter per detik.

Jarak tembak untuk sudut vertikal mencapai 1.500 meter dan mendatar sejauh maksimum 2.500 meter. Atas itu, meriam ini sangat mumpuni untuk menjatuhkan pesawat yang terbang rendah. (sbc-03/vnc)




Tinggalkan Balasan