Search
Senin 29 Mei 2017
  • :
  • :

Buka Layanan di Kantor Camat, Walikota Apresiasi BPJS

Starberita – Medan, Walikota Medan, Drs HT Dzulmi Eldin S MSi, sangat mengapresiasi terobosan yang dilakukan  Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kantor Cabang Utama Medan dengan membuka kanal layanan pendaftaran peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (KJN-KIAS) kepada masyarakat melalui seluruh kantor kecamatan di Kota Medan.

“Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak BPJS Kesehatan. Melalui kerjasama ini tentunya dapat membantu sekaligus mempermudah masyarakat  untuk mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Selama ini jika mendaftar di Kantor BPJS Kesehatan, mereka harus antri,” kata Walikota pada penandatanganan perjanjian kerjasama antara BPJS Kesehatan dengan Pemko Medan tentang Pendaftaran Peserta JKN-KIS Melalui Kantor Kecamatan, Kamis (18/5/2017).

Apalagi, bilang Walikota, pendaftaran melalui kantor kecamatan cukup mudah. Sebab, pihak BPJS kesehatan telah menyiapkan dropbox di seluruh kantor kecamatan  se-Kota Medan. Bagi warga yang belum terdaftar, mereka cukup mendatangi kantor camat di wilayah tempat tinggalnya masing-masing untuk melakukan pendaftaran.

“Saya minta camat dan lurah mendukung langkah yang dilakukan BPJS kesehatan ini. Bantu dan permudah jika warga ingin mendaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan. Selain itu saya juga minta kepada camat dan lurah untuk melakukan sosialisasi sehingga masyarakat benar-benar mengetahui manfaat menjadi peserta BPJS Kesehatan. Dengan demikian masyarakat dapat hidup sehat, produktif dan sejahtera,” pesannya.

Sementara Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Utama Medan, dr Sudarto KS AKK, menyampaikan saat ini di Kota Medan jumlah warga yang terdaftar menjadi peserta JKN-KIS mencapai 1,7 juta jiwa atau hampir 70% dari  jumlah total penduduk sekitar 2,4 juta jiwa. Peserta BPJS Kesehatan yang terdaftar ini meliputi sektor formal seperti pegawai negeri, perusahaan swaasta, TNI/Polri, sedangkan informal ada yang mandiri  yakni warga mampu dan kurang mampu.

“Untuk peserta informal yang kurang mampu ini kita sebut Penerima Bantuan Iuran (PBI) baik  yang dianggarkan melalui APBN maupun APBD. Jumlah peserta informal yang kurang mampu ini sekitar 800.000 jiwa,” jelas Sudarto.

Selanjutnya, ungkap Sudarto, tahun ini mereka menargetkan 80% dari jumlah total penduduk di Kota Medan harus terdaftar menajdi peserta JKN-KIS. Jadi dari 1,7 juta jiwa yang terdaftar sampai saat ini, berarti hanya membutuhkan sekitar 250.000  untuk mendaftar sebagai peserta JKN-KIS sampai akhir Desember 2017.

Guna mewujudkan target tersebut, Sudarto mengatakan pihaknya kini membuka kanal-kanal, salah satunya di seluruh kantor kecamatan di Kota Medan.

“Masyarakat yang ingin mendafatr tinggal datang membawa perlengkapan pendaftaran. Setelah itu dilakukan verifikasi dan dinyatakan memenuhi perlengkapan pendaftaran, berkas pendaftar dimasukan dalam dropbox. Nanti kami jemput dan dilakukan proses.  Setelah kartu keluar langsung kami kirim kepada masyarakat yang berangkutan melalui pos,” terang Sudarto. (sbc-02)

 

 




Tinggalkan Balasan