Search
Sabtu 19 Agustus 2017
  • :
  • :

Wagubsu: Potensi Perempuan Sumut Jadi KDh Besar

Starberita – Medan, Potensi perempuan di Sumut untuk menjadi calon kepala daerah (KDh) maupun menjadi anggota legislatif cukup besar. Hanya saja potensi itu belum optimal, perlu upaya membangkitkannya.

“Saya mohon, mari kita sama-sama berpacu membangkitkan potensi itu sehingga ke depan calon KDH maupun legislatif dari kalangan perempuan semakin banyak,” ujar Wagubsu, Nurhazijah Marpaung belum lama ini.

Ia pun mengakui keterwakilan perempuan dalam politik di Sumut saat ini perlu ditingkatkan. Sebab menurutnya, hingga saat ini baru dua perempuan yang berhasil sampai ke posisi politik sebagai Wagubsu dan Wakil Bupati Karo. Sementara di legislatif, dari 33 Kabupaten/Kota masih ada Kabupaten yang tidak memiliki keterwakilan perempuan dan hanya satu Kabupaten yang keterwakilan perempuan mencapai 30%, yaitu kabupaten Labuhanbatu.

Oleh sebab itu, kata Nurhazijah, menyongsong musim pemilihan kepala daerah ke depan di tingkat Provinsi maupun Kabupaten dan Kota se-Sumut, penguatan kapasitas para calon potensial perempuan yang berasal dari berbagai unsur menjadi salah satu upaya peningkatan kualitas calon yang perlu terus didorong implementasinya.

“Upaya ini penting dilakukan terutama untuk membekali para perempuan potensial calon kepala daerah agar mereka mampu menyosialisasikan ide dan gagasannya serta berkompetisi untuk membangun kerjasama sebagai calon kepala daerah,” ujarnya.

Nurhajizah menilai positif kegiatan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia bekerjasama dengan Dinas PPPA Sumut menggagas kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Perempuan Potensial Calon Kepala Daerah yang diselenggarakan pada tanggal 15 sampai 18 Mei 2017.

Kegiatan yang dilangsungkan selama 3 hari ini berjalan dengan materi yang sangat padat. Meski demikian, para peserta tampak menunjukkan semangat mereka mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Pengajaran diberikan dalam beragam metode yaitu andragogi, role play, partisipatif, diskusi kelompok, presentasi, problem solving dan tanya jawab.

Materi yang diberikan termasuk strategi perolehan suara perempuan calon kepala daerah, personal branding, strategi penyelesaian konflik sosial, juga cara-cara penghitungan suara dan perolehan minimal pemenangan suara.

Kegiatan ini juga dihadiri puluhan orang perempuan potensial calon kepala daerah yang terdiri dari unsur organisasi masyarakat, pengusaha, partai politik, pendidik maupun tokoh-tokoh profesional yang menunjukkan potensi dan kapasitas untuk menjadi calon kepala daerah maupun anggota legislatif.

Pada forum ini terungkap perempuan lebih banyak dari lelaki, maka suara perempuan juga lebih banyak, sehingga sangat potensi untuk terpilihnya Kepala Daerah Perempuan dengan suara perempuan sendiri.

Keterwakilan perempuan sangat penting maka untuk keterlibatan tersebut diperlukan kapasitas dan kualitas yang baik sehingga perempuan harus mampu memahami peran sebagai pemimpin, memahami syarat-syarat menjadi pemimpin yang responsif gender, dan memahami strategi yang harus dilakukan untuk menjadi pemimpin. (sbc-04)




Tinggalkan Balasan