Search
Rabu 18 Oktober 2017
  • :
  • :

Produk Sawit Ditolak Eropa, Jokowi Minta Dukungan Lithuania

Starberita – Medan, Parlemen Uni Eropa telah mengeluarkan resolusi tentang sertifikasi produk sawit dan pelarangan biodiesel berbasis sawit. Hal ini tentunya memberikan dampak negatif pada ekspor CPO Indonesia.

Selain itu, Hal ini turut menjadi salah satu isu yang sempat disinggung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat bertemu dengan Presiden Republik Lithuania Dalia GrybauskaitÄ—. Menurut Jokowi, kampanye hitam terhadap produk sawit asal Indonesia memang tengah menjadi perhatian utama pemerintah.

“Indonesia juga telah menyampaikan concern terhadap terus berlangsungnya kampanye hitam dan tindakan diskriminatif produk sawit Indonesia di Eropa,” kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (17/5/2017).

Jokowi pun sempat meminta dukungan kepada Presiden Lithuania terhadap persoalan ini. Diharapkan, produk sawit Indonesia dapat diperjualbelikan secara fair di Uni Eropa.

“Tadi kita juga meminta dukungan Lithuania agar produk sawit Indonesia diberlakukan secara fair,” jelasnya.

Sebelumnya, Deputi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional bidang Pendanaan Pembangunan Kennedy Simanjuntak mengatakan, persoalan ini memang belum dapat diselesaikan oleh pemerintah. Untuk itu, pada pekan depan, pemerintah berencana mengundang perwakilan parlemen Uni Eropa untuk melihat langsung industri kelapa sawit di Indonesia.

“Secara umum, beberapa sektor yang jadi fokus kita CPO, mereka minta kita tetap diskusi. Kalau kayu sejak tahun kemarin kita bisa masuk ke pasar Eropa. CPO selalu belum selesai. Minggu depan parlemen Eropa melalui trade facility kita undang ke sini,” tuturnya di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa 16 Mei 2017.

Menurutnya, Indonesia memiliki standar sertifikasi sendiri. Uni Eropa pun diminta untuk menghargai standar yang telah ditetapkan oleh Indonesia.

“Kita kembangkan sertifikasi Indonesia sendiri. Ini jadi pemahaman bersama. Ini salah satu keberhasilan kita dan mereka kalau bisa memahami itu, kan yang paling sulit adalah kawan-kawan dari Eropa memahami sertifikasi,” jelasnya. (sbc-03/okz)




Tinggalkan Balasan