Search
Sabtu 19 Agustus 2017
  • :
  • :

Gubernur Fasilitasi Peserta Rakornas IMM Wisata ke Parapat

Starberita – Medan, Gubsu, Tengku Erry Nuradi menghadiri seminar nasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang mengusung tema tentang peran mahasiswa guna memperkokoh kebhinnekaan dan kebangsaan dalam rangka menjaga keutuhan NKRI yang dilaksanakan di Asrama Haji Pangkalan Masyhur Medan, Rabu (17/5/2017).

Seminar yang juga dihadiri Kapolri Jend Tito Karnavian itupun digelar dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas). Selain Kapolri dan Gubsu, juga hadir Kapolda Sumut, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, Walikota Medan, Dzulmi Eldin, Ketua Umum DPP IMM, Taufan Putra Korompot, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumut, Prof Hasyimsyah Nasution, Ketua IMM Sumut, Budi Setiawan, dan unsur FKPD lainnya serta undangan.

“Atasnama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kami mengucapkan selamat dan sukses kepada IMM baik di tingkat pusat maupun tingkat provinsi atas terselenggaranya acara ini,” ujar Erry dalam sambutannya.

Sebagai wujud apresiasi, Erry pun mengatakan akan menfasilitasi kunjungan peserta Rakornas berlibur ke Parapat berupa fasilitas penginapan dan juga akomodasi lainnya. Hal ini dilakukan sekaligus mempromosikan objek wisata Danau Toba kepada peserta Rakornas IMM yang juga berasal dari luar Sumatera Utara.

“Semalam, Adinda Budi menyampaikan kepada saya terkait rencana ke Parapat. Katanya pergi pagi pulang sore. Saya bilang jangan, menginap saja. Kita sediakan 40 kamar berikut makan-makannya,” kata Erry dan disambut tepuk tangan para peserta Rakornas.

Tak hanya menfasilitasi liburan ke Parapat, Gubsu juga menjanjikan jamuan makan malam kepada peserta Rakornas yang digelar di Gubernuran Jalan Sudirman Medan.

“Selanjutnya, Insyaallah malam minggu nanti akan kita jamu makan malam di Gubernuran,” ujarnya lagi.

Dalam kesempatan itu, Erry juga mengulas sedikit tentang sejarah lahirnya IMM yang tidak lepas kaitannya dengan sejarah perjalanan Muhammadiyah. Hingga akhirnya Pimpinan Pusat Muhammadiyah meresmikan berdirinya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah pada tanggal 29 Syawal 1384 H atau 14 Maret 1964 M.

Penandatanganan Piagam Pendirian Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dilakukan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah saat itu, yaitu KH Ahmad Badawi dilaksanakan di Gedung Dinoto Yogyakarta.

Saat pendirian tersebut turut ditegaskan diantaranya bahwa IMM merupakan gerakan  mahasiswa Islam, kepribadian Muhammadiyah  adalah landasan perjuangan IMM, fungsi IMM adalah eksponen mahasiswa dalam Muhammadiyah.

IMM adalah organisasi mahasiswa yang sah dengan mengindahkan segala hukum, undang-undang, peraturan,  serta dasar dan falsafah negara, ilmu adalah amaliah dan  amal adalah ilmiah.

Selain itu, Erry juga menyampaikan bahwa maksud didirikannya IMM antara lain turut memelihara martabat dan membela  kejayaan bangsa, menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sebagai upaya menopang, melangsungkan, dan meneruskan cita-cita pendirian Muhammadiyah,  sebagai pelopor, pelangsung, dan penyempurna amal usaha Muhammadiyah. (sbc-04)




Tinggalkan Balasan