Search
Selasa 30 Mei 2017
  • :
  • :

TNI AD Canangkan Gerakan Sejutan Jamban

Starberita – Medan, Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat mencanangkan gerakan satu juta jamban untuk membantu mengatasi persoalan kesehatan di Indonesia. Jamban tersebut dibangun dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di seluruh nusantara.

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mulyono dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) ke 99 TMMD 2017 di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, mengatakan, gerakan sejuta jamban dicanangkan pihaknya bekerjasama dengan Kementrian Kesahatan.

Menurut Mulyono, saat ini 24 juta kepala keluarga (KK) di Indonesia belum memiliki sanitasi yang baik, akibat masalah kemiskinan, keterpencilan dan ketidaktahuan pentingnya kesehatan.

“Dalam rakornis ini, TNI AD mencanangkan suatu gerakan masyarakat membangun satu juta jamban untuk Indonesia yang bekerjasama dengan Kemenkes RI sebagai bentuk membantu mengatasi permasalah kesehatan,” kata Mulyono di Balai Sudirman, Selasa (16/5/2017).

TMMD tahun ini, lanjut dia, merupakan perwujudan dari sinergitas program TNI dengan Kemenkes terkait dengan penanganan berbagai permasalahan kesehatan di masyarakat.

Sementara Menteri Kesehatan Nila F Moelok mengatakan, program gerakan masyarakat membangun satu juta jamban merupakan suatu bentuk menuju Indonesia sehat. Menurutnya saat ini permasalahan utama kesehatan masyarakat adalah masih sulitnya akses air bersih dan sanitasi.

“Program ini menuju Indonesia sehat dan mengubah mindset masyarakat agar hidup sehat. Kami mengetahui pertama akses air bersih dan sanitasi adalah hal yang utama, masih banyak keluarga yang belum punya sanitasi jamban yang sehat sehingga tentu munculnya penyakit,” kata Nila.

Menurut Nila kerja sama ini merupakan sinergi antarlembaga pemerintah menyelesaikan permasalahan Indonesia. Selain menghemat anggaran, jangkauan wilayah juga akan lebih luas.

TMMD merupakan gerakan pemberdayaan masyarakat tertinggal atau terpencil. TMMD ke 99 akan berlangsung di 58 kabupaten dan 60 kecamatan serta 92 desa di seluruh Indonesia. Kegiatan selama 30 hari mulai dari 4 Juli hingga 2 Agustus 2017. (sbc-03/okz)




Tinggalkan Balasan