Search
Senin 29 Mei 2017
  • :
  • :

Tiga Bupati di Sumut Dinilai Tak Layak Ikut Pilgubsu

Starberita – Medan, Tiga kepala daerah di Sumatera Utara (Sumut) dinilai tidak layak untuk mengikuti Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) tahun 2018 mendatang.

Ketiga kepala daerah tersebut, kata Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut, Aripay Tambunan, adalah Bupati Simalungun, Bupati, Langkat dan Bupati Batubara.

“Bagaimana mungkin ketiga bupati ini mau ikut Pilgubsu mendatang, sementara untuk membangun daerahnya saja tak mampu. Seharusnya mereka ‘ngaca’ diri kalau mau ikut pilkada,” ketusnya.

Aripay menjelaskan, selama menjabat sebagai kepala daerah, ketiga bupati tersebut belum ada satu pun pembangunan yang ‘spektakuler’ yang dilakukan, bahkan untuk membanggakan masyarakatnya pun tidak jelas.

“Saya mau lihat, mana pembangunan yang ‘wah’ dibuat tiga Bupati itu. Malah yang ada justru kondisi daerahnya yang memprihatinkan, mulai struktur jalannya yang rusak bahkan objek wisata yang tak terjamah seakan ada kesan pembiaran,” cetus politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Selain itu, kata Aripay, tiga Bupati ini harusnya mencontoh kepala daerah seperti Ridwan Kamil dan Walikota Surabaya Risma yang begitu gigih membangun daerahnya yang sampai mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Pusat dalam bidang pembangunan.

“Sebagai kepala daerah, mereka turun ketengah-ketengah masyarakat, untuk bekerja. Artinya, perbandingan kinerja antara Walikota Surabaya dan Bandung Ridwal Kamil terhadap Bupati Simalungun, Batubara dan Langkat ibarat ” siang dan malam’  bisa diukur dengan tangan,” terangnya.

Karena itu, lanjut Aripay, tiga Bupati tersebut yang sudah digadang-gadang untuk maju di Pilgubsu mendatang, harusnya harusnya mengkoreksi diri dan memunculkan budaya “malu’ pada diri.

“Pejabat itu harus melayani, bukan untuk dilayani masyarakat. Bila perlu, Sumatera Utara harus ada perubahan yang signifikan,” tukasnya.

Aripay mengungkapkan, sebagai wakil rakyat, dirinya merasa malu, kecewa terhadap kinerja pejabat publik yang seperti ini. Banyak daerah yang dipimpin oleg tiga bupati ini yang belum tersentuh pembangunannya.

Ironisnya lagi, daerah objek wisata, infrastruktur, dunia pendidikan dan UKM nya nyaris ‘mati suri’  sehingga wajar saja kalau masyarakatnya datang berunjukrasa ke Gedung DPRD Sumut ini minta perlindungan dari wakil rakyatnya.

Oleh sebab itu, kata Aripay, sebelum masyarakat kecewa ke depan  lebih baik tiga Bupati ini menggurungkan niatnya agar jangan ikut dikancah pilgubsu mendatang.

“Kita mau pemilihan gubernur kali ini rakyat yang ‘mendanai’ dalam artian kata masyarakat bekerja dan selanjutnya ke depan masyarakat bisa meminta pertanggungjawaban  dari pemimpin yang dipilihnya,” pungkasnya. (sbc-03)




Tinggalkan Balasan