Search
Senin 29 Mei 2017
  • :
  • :

Nasib Atlet Medan, ‘Rumput Tetangga Lebih Hijau Dari Rumput Sendiri’

Starberita – Medan, Sejak dulu Kota Medan terkenal penghasil atlet-atlet berprestasi dari berbagai cabang olahraga. Bahkan, Medan dikenal sebagai gudangnya atlet, sebab setiap PON digelar, atlet Medan mendominasi kontingen Sumatera Utara di ajang tersebut.

Namun, sejumlah atlet berprestasi Kota Medan itu hengkang ke daerah lain, akibat minimnya perhatian dari Pemerintah Kota Medan. Para atlet lebih memilih membela daerah lain, karena pemerintah daerahnya menghargai prestasi atletnya. Ibarat pepatah, nasib atlet Medan ini “rumput tetangga lebih hijau dari rumpaut sendiri”.

Ketua Asosiasi Kota Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Askot PSSI) Kota Medan, H Iswanda Nanda Ramli SE, tidak menampik kondisi itu. “Kalau atlet berprestasi kita tergiur tawaran reward dari daerah lain, maka mereka akan pindah ke daerah itu. Yang rugi siapa? Ya kita (Pemko Medan, red) sendiri Walikota dan Ketua KONI harus memberikan perhatian kepada atlet berprestasi, semisal menjadi tenaga honor di sejumlah instansi pemerintah,” ungkap Nanda Ramli kepada wartawan di Medan, Selasa (16/5/2017).

Menurut Wakil Ketua DPRD Kota Medan ini, Porwil baru saja selesai dilaksanakan memiliki peran penting dalam menjaring atlet-atlet berprestasi dari masing-masing kecamatan. Namun sangat di sayangkan, kegiatan ini hanya sebatas program kerja semata. Setelah itu, tidak ada tindak lanjut bagi pengurus masing-masing cabang olahraga untuk terus membina para atletnya. Atlet dibiarkan begitu saja, tanpa adanya dilakukan pemantapan skill individu.

“Sarana dan prasarana untuk cabang olahraga kita masih minim. Kami meminta perbaiki sarana dan prasarana yang sudah ada. Jika ada cabang olahraga yang belum memiliki sarana dan prasarana, di siapkan sedini mungkin. Masih banyak aset gedung yang bisa di manfaatkan,” imbuhnya.

Sementara itu, mantan atlet PON Sumut dari cabang Polo Air, Ariski (33) mengaku tidak semua atlet mau pindah membela daerah lain. Kesemuanya itu tergantung pribadi si atlet.

Menurutnya, kurangnya perhatian pemerintah daerah terhadap prestasi para atletnya dapat mempengaruhi minat atlet untuk terus bertarung mengharumkan nama daerah asalnya.

“Sebelum bertanya kenapa, baiknya kita bertanya apa dulu apa yang sudah kita berikan untuk daerah kita. Setelah prestasi kita berikan untuk daerah yang kita bela, jelas kami mengharapkan sebuah penghargaan baik materi dan non materi. Sebab kami juga punya keluarga yang harus dibiayai,” ucap pria yang sudah 13 tahun berkecimpung di dunia atlet cabang Polo Air ini.

Ia juga berharap kepada atlet yang akan datang, agar lebih giat berlatih dan terlebih dalam membela daerah sendiri. “Kepada pemerintah daerah, perhatikanlah prestasi dan fasilitas atletnya. Beri pelatihan yang baik agar nantinya menghasilkan atlet-atlet muda yang berbakat,” pungkasnya.

Untuk diketahui, saat rapat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Wali Kota tahun anggaran 2016 Dinas Pemuda dan Olahraga, terkuak bahwa banyak atlet di Kota Medan memilih membela daerah lain ketimbang daerah asalnya. Keputusan itu diambil para atlet lantaran minimnya perhatian daerah kepada merek. (sbc-02)




Tinggalkan Balasan