Search
Sabtu 22 Juli 2017
  • :
  • :

Kasus Air Keras, Kepercayaan Publik Bisa Menurun Terhadap Polisi

Starberita – Medan, Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto, menyayangkan pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang sampai saat ini belum menemukan titik terang dalam mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Menurutnya, hal ini dapat mempengaruhi kepercayaan publik terhadap kinerja kepolisian. Dirinya pun membandingkan penanganan kasus Novel dengan kasus terorisme.

“Kalau untuk mengungkap kasus terorisme saja cepat. Mengapa dalam kasus Novel tidak bisa cepat. Ini memang bukan masalah waktu saja. Tetapi, semakin cepat berarti polisi semakin meningkatkan public trust,” ujarnya, Selasa (16/5/2017).

 

Selain itu, kata Bambang, apabila tidak langsung diungkap maka kecurigaan adanya keterlibatan pihak lain atau nama besar terus muncul. Oleh karena itu, Bambang berharap polisi bisa lebih serius dalam menangani kasus Novel.

“Padahal kepolisian memiliki banyak perangkat yang bisa dikerahkan untuk mengungkap kasus tersebut seperti Baintelkam, Bareskrim, Densus 88, dan lain-lain. Kalau itu difungsikan secara efektif, di mana kesulitannya,” ketusnya.

Sebelumnya, penyidik Polda Metro Jaya sempat menangkap seseorang berinisial AL untuk dimintai keterangannya dalam persitiwa yang menimpa Kasatgas kasus korupsi e-KTP itu.

Namun, setelah penyidik mencocokkan seluruh alibi AL serta memintai keterangan dari pihak keluarga, tetangga dan menelusuri dari sistem IT, polisi memastikan AL bukanlah pelakunya. (sbc-03/okz)




Tinggalkan Balasan