Search
Selasa 30 Mei 2017
  • :
  • :

Jelang Ramadhan, Pemprovsu Gelar Operasi Pasar

Starberita – Medan, Jelang Bulan Suci Ramadhan 1438 Hijriyah yang diperkirakan pada 27 Mei mendatang, pemerintah mempersiapkan langkah antisipasi kenaikan harga bahan kebutuhan pokok melalui pemantauan dan operasi pasar.

Kehadiran satuan tugas (Satgas) pengendali yang dikomandoi Kepolisian dinilai akan mampu menghempang perilaku spekulan yang menaikkan harga secara signifikan. Sekdaprovsu, Hasban Ritonga mengatakan Pemprovsu dalam hal kesiapan tersebut, telah menggelar rapat koordinasi (rakor) lintas Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bersama industri keuangan, Bulog dan Kabupaten/Kota.

“Rakor ini sekaligus menjadi momentum rapat koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) pada 12 Mei lalu di Parapat. Jadi di rakor itu sudah diformulasi bahwa analisis kebutuhan pokok kita menyambut bulan Ramadhan, untuk Sumut inshaAllah dipastikan cukup,” ujar Hasban kepada wartawan, Senin (15/5/2017).

Untuk pola distribusinya sendiri, kata Sekda, juga sudah diantisipasi agar tetap berjalan lancar. Apalagi katanya, ada semangat yang dibangun Kapolri saat ini, bahwa kepolisian membentuk satuan tugas (satgas) memantau pola distribusi. Sehingga jika ada yang tidak berjalan semestinya, akan dilakukan operasi pasar sebagai satu upaya mengendalikan harga.

“Apabila ada pola pendistribusian tidak merata, misalnya dari kabupaten yang surplus ke kabupaten yang defisit (stok), tetap dilakukan operasi pasar walaupun tentatif. Karena kan yang penting bagi masyarakat adalah ketersediaan barang kebutuhan dan harganya terjangkau,” sebutnya.

Sementara, soal harga bahan pokok yang seringkali mengalami kenaikan menjelang dan pada hari besar keagamaan, Hasban meyakini pemerintah melalui koordinasi dengan Bulog (Badan Urusan Logistik), akan melakukan penyanggahan apabila stok mencukupi kebutuhan dan pola penyaluran terjamin.

“Insha Allah nanti, karena biasanya Ramadhan itu ada semangat selalu naik, mungkin naiknya pun sedikit. Kalau nanti agak signifikan, tentu tidak laku, karena akan ada yang menjual lebih murah,” terang Hasban.

Kemudian soal kemungkinan terburuk, dimana harga seringkali melonjak yang diduga disebabkan ulah spekulan, Hasban pun menyakinkan bahwa pemerintah bersama dengan kepolisian bisa melakukan pembinaan kepada para pelaku dagang, agar kenaikan tidak signifikan. Sehingga walaupun tidak menetapkan HET (Harga Eceran Tertinggi), namun akan ada batas kenaikan yang akan ditetapkan melalui persentase.

“Sekarang ini kan sudah ada satgas yang akan memantau harga, dan stok. Mereka (kepolisian) kan dari dulu ada polisi, intelijen perekonomiannya. Jadi sekarang ini, dimanfaatkan bersinergi dengan Pemprov Sumut di dalamnya (satgas),” pungkasnya. (sbc-04)

 




Tinggalkan Balasan