Search
Rabu 18 Oktober 2017
  • :
  • :

28 Peserta Ikuti Uji Kompetensi JPT Pratama Di Langkat

Starberita – Stabat, Pemerintah Kabupaten Langkat melaksanakan Uji Kompetensi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama bagi Eselon II dan III yang berlangsung di ruang pola atas kantor Bupati Langkat, Jum’at (12/5/2017).

Uji kompetensi itu bertujuan untuk mengevaluasi kompetensi para pejabat Eselon II dijajaran Pemerintah Kabupaten Langkat terkait jabatan Eselon II yang diemban saat ini, sekaligus untuk mengisi jabatan Eselon II terkait perubahan Nomenklatur sesuai PP No 18 Tahun 2014 tentang Perangkat Daerah.

Kepala BKD Langkat Musti ketika dikonfirmasi menjelaskan bahwa ini adalah instruksi Bupati Langkat Ngogesa Sitepu yang menginginkan adanya profil yang baik dari Pejabat, sehingga layak dan kompeten menjabat jabatan yang akan diemban.

“Melalui ujian ini, profil pejabat akan diketahui, karena ada beberapa tahapan yang diikuti,” ujarnya.

Ditambahkannya, dalam pelayanan publik, nilai-nilai profesionalitas, netralitas, akuntabilitas dan daya saing menjadi bagian terpenting dari keberhasilan pelayanan publik.

Musti berharap, uji JPT dapat berjalan efektif dan menghasilkan profil dan gambaran leadershif pejabat Pimpinan Pratama yang bertujuan memajukan Birokrasi di Langkat kearah yang lebih baik.

Untuk diketahui, pelaksanaan Uji Komptensi tersebut akan diuji oleh tim penguji yang mempunyai kemampuan specifik dalam bidang birokrasi Pemerintahan. Para peserta yang mengikuti kegiatan dimaksud merupakan seluruh Pejabat Eselon II dan III dijajaran Pemerintahan Kabupaten Langkat yang memenuhi syarat yang ditetapkan oleh panitia seleksi.

Untuk tes pertama, 28 peserta yang mengikuti ujian akan menjalankan tes psikotes yang menjadi tahap awal dari Uji JPT, setelah itu, tanggal 16 Mei para peserta akan kembali mengikuti uji selanjutnya, yakni, Penulisan Makalah dan Seleksi Kompetensi Bidang.

Sementara itu, beberapa kalangan menilai, Edy Syahputra tidak layak jadi Kadis Pariwisata Langkat, sebab bermasalah dan tidak menunjukkan prestasi yang berarti selama menjabat s ebagai Kepala Kantor Kebudayaan dan Pariwisata Langkat.

Salah satu masalah yang mendera Edy adalah pengutipan uang kepada para tenaga honorer di kantornya. Ironisnya, setelah bekerja mereka tidak diberikan gaji.

Parahnya lagi, ketika dikonfirmasi beberapa saat yang lalu, Edy tidak menganggap hal itu sebagai masalah yang berarti. Selain itu, Edy juga dinilai gagal, karena tidak mampu mencapai target PAD.

“Baru 6 – 8 bulan, biasalah itu. Di tempat yang lain ada yang lebih dari 1 tahun belum menerima gaji,” ujarnya. (sbc-03/drh)




Tinggalkan Balasan