Search
Selasa 24 Oktober 2017
  • :
  • :

Polres Humbahas Tetapkan Guru Cabul Sebagai Tersangka

Starberita – Dolok Sanggul, Penyidik Kepolisian Resort Humbang Hasundutan (Humbahas) akhirnya menetapkan status tersangka kepada FS alias Dinan alias Tumorang (26), oknum guru honor di SDN 173416 Pollung pada, Selasa (9/5/2017).

Dia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencabulan terhadap belasan siswanya di sekolah tersebut.

Kepala Bidang Humas Polres Humbahas Iptu Renhard Sianipar menjelaskan, penetapan tersangka berdasarkan bukti bukti permulaan yang sah yakni pemeriksaan saksi-saksi dan bukti hasil visum.

FS dijerat Pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan terancam hukuman 15 tahun penjara.

“Setelah melalui proses pemeriksaan saksi-saksi dan keterangan pelaku, sehingga penyidik menetapkan status tersangka terhadap FS. Adapun saksi yang dimintai keterangan terdiri dari 10 yang berhubungan dengan kasus tersebut,” ujar Sianipar.

Lanjut Renhard, kini tersangka sudah ditahan di sel tahanan Polres guna melengkapi berkas penyidikan sebelum dilimpahkan ke Kejari Humbahas.

Sebelumnya diberitakan, FS alias Dinan alias Tumorang (26) oknum guru honorer di SD Negeri 173416 Pollung nyaris diamuk massa lantaran diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap belasan orang siswinya.

Massa yang kesal sempat melampiaskan emosi mereka dengan melayangkan beberapa pukulan kearah pelaku. Berutung didaerah itu ada personil polisi dan menyerahkannya ke Polres Humbahas.

Dari Informasi, perbuatan itu dilakukan FS saat proses belajar mengajar sedang berlangsung. Modus pelaku ialah dengan berpura-pura mengabsen siswanya satu persatu maju kedepan dan seolah-olah merapikan pakaian siswanya.

Bahkan setiap murid perempuan yang hendak diduga dilakukan pelecehaan,  pelaku terlebih dahulu menyuruhnya mandi pagi.

Salah seorang orangtua murid mengungkapkan putrinya merupakan salah satu korban pelecehan seks pelaku. Setiap mengajar katanya pelaku memanggil satu persatu anak muridnya. Setelah dipanggil, bokong diremas dan kemaluan dipegangi.

Dari pengakuan putrinya, pelaku kerap memanggil muridnya maju kedepan dan menyuruh korbanyya duduk dipangkuan pelaku.

“Dia (pelaku-red) suruh muridnya duduk dipangkuannya, setelah itu dirabanya payudarah, bokongnya diremas dan kemaluannya dipegangi,” ucapnya.

Perbuatan pelaku katanya sudah berlangsung sejak Januari lalu.

“Selama lima bulan lebih, perbuatan FS ini tidak ada yang tahu, sebab setiap melakukan pelecehaan, pelaku juga mengeluarkan ancaman kekerasan. Anak kami selalu diancamnya, kalau diberitahu akan dipotong bapak dan ibunya. Itu katanya tiap ingin melakukan aksinya,” tandasnya. (sbc-03/ach)




Tinggalkan Balasan