Search
Sabtu 11 Juli 2020
  • :
  • :

25% Penduduk Indonesia Idap Hipertensi

Starberita – Jakarta, Kebanyakan penderita hipertensi baru datang ke dokter ketika sudah terjadi keluhan, padahal yang dirasakan adalah indikasi sudah terjadi komplikasi yang berisiko tinggi terhadap kematian.

Ternyata rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan, penanganan, dan pengendalian terhadap hipertensi tidak terjadi di negara sedang berkembang saja, namun juga di negara maju. Menurut data di negara maju, seperti Amerika dan Kanada, hanya 50 persen saja yang melakukan kontrol hipertensi.

Menurut penuturan, dr Siska Suridanda Danny SpJP FIHA, secara umum dari populasi yang ada hanya sepertiga saja yang mengetahui dirinya hipertensi.

Dari yang mengetahui itu hanya sepertiga juga yang melakukan terapi danĀ  dari yang melakukan terapi itu hanya sepertiganya yang mengontrol.

“Di Indonesia, data dari Riskesdas tahun 2013, berdasarkan wawancara, hanya sembilan persen populasi yang sadar, tahu atau pernah diberitahu punya hipertensi,” kata Siska.

Tapi, berdasarkan hasil pengukuran tensi dipaparkan 25,8 persen memiliki tekanan darah tinggi. Jumlahnya hampir tiga kali lipat. Padahal, lanjut Siska, peningkatan tekanan darah setiap 20/10 mm Hg, akan meningkatkan dua kali lipat risiko kematian akibat kardiovaskular.

Kapan seharusnya melakukan pemeriksaan tekanan darah? Siska mengatakan, setiap dua kali setahun pada orang dewasa usia 20 tahun tanpa gejala. Jika sudah memiliki faktor risiko seperti berusia lebih dari 40 tahun, pemeriksaan tekanan darah minimal satu tahun sekali. (sbc-03/vnc)




Tinggalkan Balasan

error: