Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Oknum Pegawai Dishub Langkat Kena OTT
Search
Rabu 23 Oktober 2019
  • :
  • :

Oknum Pegawai Dishub Langkat Kena OTT

Starberita – Stabat,  Jajaran Dinas Perhubungan Kabupaten Langkat jadi pusat perhatian masyarakat setelah Tim Reserse Kriminal Polres Langkat menangkap 7 pegawai Dinas Perhubungan Langkat dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Sei Karang, Stabat, Kamis (20/42017) lalu.

Menurut keterangan yang diperoleh, penangkapan itu dilakukan terhadap 3 oknum PNS dan 4 oknum tenaga honorer, di Unit Pengujian Kendaraan Bermotor (Speksi), Stabat.

Penangkapan itu sendiri dilakukan oknum petugas tersebut kepada para sopir yang mengurus izin kendaraan di lokasi tersebut. Sejumlah uang sebagai barang bukti disita dalam aksi penangkapan tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Langkat, Alders, Syam ketika dikonfirmasi wartawan, Jumat (21/4) yang lalu, mengakui ada 7 orang anggotanya ditangkap petugas Polres Langkat.

“Ya, benar, ada 7 orang pegawai ditangkap Polres Langkat,  3 orang PNS, masing- masing Indra ,Edu dan Wira dan 4 tenaga honorer, yaitu Suhadi alias Johar, Baren, Dwi dan Yanti,’’ Sebutnya.

Namun, saat disinggung apakah penangkapan itu dilakukan karena pungli, Alders mengaku belum tahu.  Katanya, karena ada buku luar yang diuji (speksi) di Langkat.

Sedangkan dari pengakuan salah satu dari ketujuh pengawai yang ditangkap tersebut, mereka ditangkap sejak Kamis (20/4) pada sekitar pukul 15.00 WIB sore dan dibawa ke Mapolres sekitar pada sekitar pukul 16.00 WIB.

Selain ketujuh pegawai tersebut, ada juga dua sopir mobil truk yang juga dimintai keterangan oleh pihak Polres Langkat, namun mereka sudah diperbolehkan pulang.

“Sedangkan kami, belum ada yang dibolehkan untuk pulang, karena selain masih diperiksa, juga karena belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka,” ujarnya.

Dari perkembangan selanjutnya, 2 orang ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan 5 orang lainnya sudah diperbolehkan pulang. Walaupun begitu, mereka tetap harus menjalani wajib lapor. (sbc-03/drh)




Tinggalkan Balasan

error: