Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Rapat APEKSI, Walikota Binjai Presentasikan Binjai Smart City
Search
Rabu 13 November 2019
  • :
  • :

Rapat APEKSI, Walikota Binjai Presentasikan Binjai Smart City

Starberita – Binjai, Walikota Binjai HM Idaham SH MSi menghadiri rapat kerja Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) koordinator wilayah I Sumatera Tahun 2017 di Batam, Provinsi Kepulauan Riau, dari 19 sampai 21 April.

Pada rapat yang dihadiri kepala daerah dan delegasi dari 23 kota, HM Idaham menyampaikan presentasi tentang Binjai Smart City.

“Binjai Smart City sebagai wujud komitmen kami untuk menerapkan  tatakelola pemerintahan secara transparan,“ jelas Walikota.

Idaham menjelaskan Binjai Smart city diawali dengan penandatanganan kesepakatan penerapan e-Goverment antara kepala daarah di Sumut dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada September tahun 2016. Menindaklanjuti kesepakatan tersebut, Pemko Binjai telah meluncurkan tujuh aplikasi, yaitu e-musrenbang, e-dokter, era, e-perizinan,e-masyarakat,e-warung dan e-PBB.

“Aplikasi tersebut berbasis cloud, android dan web dan semua dikendalikan dari Command Center,” ujarnya.

Lebih lanjut walikota menjabarkan, untuk  perizinan dari 42 jenis izin, 21 sudah berbasis android. Setiap perizinan dipantau di Command Center dan akan terlihat siapa yang sedang mengurus izin dan bisa dilacak prosesnya sampai dimana.

“Misalnya untuk pengurusan SIUP dalam waktu 1×24 jam harus sudah selesai. Jika tidak selesai maka secara sistem akan masuk laporan lewat email dan SMS ke Inspektorat bahwa ada pemohon yang izinnya tidak selesai. Demikian juga jika izin sudah selesai akan masuk pemberitahuan kepada pemohon lewat email dan SMS,“ bilangnya.

Idaham juga mengakui ada anggapan membangun aplikasi Smart City dan Command Center biayanya mahal. Seperti Bandung dan Jakarta yang menghabiskan ratusan miliar. Sedangkan  Binjai  hanya menghabiskan anggaran sebesar Rp3 miliar untuk pembuatan aplikasi Binjai Smart City dan pembangunan Binjai Command Center.

Tidak hanya itu, Idaham juga berbagi tips tentang bagaimana membangun aplikasi Smart City dan Command Center dengan biaya yang murah.

“Kami membangun Smart City tidak perlu biaya besar karena tidak memakai jasa konsultan. Aplikasi juga jangan beli. Kalau beli kita harus bayar lisensi lagi setiap tahun,” tuturnya.

Karena tidak mau memakai jasa konsultan atau membeli aplikasi, maka Pemko Binjai menggandeng Politeknik Negeri Medan. Upaya merangkul perguruan tinggi memang sangat bermanfaat karena melalui kerjasama ini pemko dibantu dosen dan mahasiswa yang mempunyai kemampuan dibidang teknologi informasi dan dibayar secara Outsourcing. Mereka inilah yang melahirkan aplikasi Binjai Smart City.

“Untuk Command Center telah dilengkapi TV Wall dan Smart Glass yang dibeli melalui e-Katalog.  Untuk interiornya kami yang terbaik dibanding Command Center kota-kota lain di Indonesia. Dan kami bersedia membagikan aplikasi yang kami punya,” pungkasnya.

Raker APEKSI korwil I Sumatera mengusung tema Mendukung Implementasi PP Nomor 18 Tahun 2016 Menuju ASN yang Profesional. Hadir para walikota antara lain Walikota Medan, Walikota Banda Aceh, Walikota Padang dan Walikota Sibolga. (sbc-03/drh)




Tinggalkan Balasan

error: