Search
Jumat 18 Agustus 2017
  • :
  • :

PPP Akui Ketidakmampuannya Sumbang Suara Ahok-Djarot

Starberita – Medan, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akui tidak bisa menarik bagian dari pemilihnya pada Pilkada DKI putaran kedua 2017 kemarin untuk pasangan calon Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok-Djarot Hidayat.

“Ketidakmampuan kita maupun PKB menarik dukungan bagian dari pemilihnya harus diakui,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP, Arsul Sani, kepada wartawan, Minggu (23/4/2017).

Anggota Komisi III DPR ini menjelaskan hal itu disebabkan oleh kasus dugaan penistaan agama yang menyeret Gubernur DKI Ahok serta kampanye via media sosial dalam bentuk video yang kemudian diviralkan tim sukses pasangan nomor urut 2 Ahok-Djarot.

Dan, ditangkap mayoritas pemilih pasangan calon nomor urut 1 yaitu Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yang muslim sebagai cara tidak elegan dengan menghadap-hadapkan keislaman dengan kebhinekaan, keberagamaan dengan keberagaman.

“Mayoritas pemilih itu sebenarnya muslim moderat yang tidak pro dengan cara-cara radikal, baik yang menggunakan agama maupun yang sekuler dan menghadapkan agama dengan paham lain,” ujarnya.

Menurutnya, yang dilupakan adalah yang sekuler dan menghadapkan agama dengan paham lain itu diaktualisasikan dengan cara yang dipandang sebagai overdosis. Maka, menjadi ikut menyinggung rasa keberagamaan mayoritas yang moderat itu.

“Ini yang kami yakini tidak disadari oleh beberapa elemen timses paslon 2 sehingga mereka keliru strategi antara lain dengan mengeluarkan video viral tersebut,” pungkasnya. (sbc-03/inc)




Tinggalkan Balasan