Search
Sabtu 23 September 2017
  • :
  • :

Tanah Pemda Gayo Lues Terancam Diserobot

Starberita – Gayo Lues, Tanah milik Pemerintah Daerah Kabupaten Gayo Lues dikomplek kantor Kodim 0113/GL Desa Penggalangan, Kecamatan Blangkejeren terancam diserobot warga. Pasalnya, tanah itu hingga kini masih belum disertifikatkan meskipun dibeli sudah belasan tahun yang lalu.

Tanah yang diperkirakan mencapai 26 Hektar itu sebagian diantaranya sudah dihibahkan Pemda Gayo Lues kepada Kodim 0113/GL untuk kebutuhan kantor dan sesuai ukuran yang dihibahkan ke pihak TNI Kodim sudah disertifikatkan. Sedangkan sisanya milik Pemkab Gayo Lues masih belum disertifikatkan.

“Kalau tidak salah yang dihibahkan ke Kodim sekitar 8,8 Hektar, sisanya ya masih bersetatus milik Pemda Gayo Lues, itupun dipinjam pakaikan Pemda ke pihak Kodim agar dimampaatkan menanam jagung," kata salah satu warga yang enggan disebutkan namanya,” ungkapnya.

Batas-batas tanah Pemkab Gayo Lues itu juga tidak dibangun tanda batasnya dengan tanah warga diseputaran lokasi, sehingga sangat memungkinkan jika tanah Pemda itu diklaim milik masyarakat setempat.

Di Kabupaten Gayo Lues, Pemda pernah bermasalah terkait kepemilikan tanah yang hingga kini masih belum diselesaikan, seperti tanah pintu masuk Stadion Seribu Bukit diklaim milik seorang warga lengkap dengan bukti Sertifikat tanahnya, dan kini sudah dibangun rumah tepat didepan pintu masuk Stadion.

Begitu juga dengan tanah Terminal Kota Blangkejeren, Pemerintah Daerah sudah membangun jalan dan bangunan, namun salah seorang warga memiliki sertifikat tanah tersebut yang dibuat sebelum Terminal Kota Blangkejeren ada.

Jika Pemda terus lalai tanpa membuat Sertifikat tanah yang sudah dibeli, peluang diambil warga sangat besar, untuk itu kita berharap kepada Pemda agar membuat sertifikat tanah yang sudah dibeli supaya aset Pemda jelas berapa luas tanah dan dimana – mana saja, karena bisa jadi tanah yang dibeli di dalam surat Puluhan Hektar, setelah diukur tidak sampai, kan bisa menimbulkan masalah juga dengan pemilik tanah disampingnya,” terangnya.

Sementara Bupati Gayo Lues H.Ibnu Hasim yang dikonfirmasi terkait tanah Pemda tanpa Sertifikat itu mengatakan, dirinya sudah memerintahkan bagian Aset Daerah agar tanah tersebut segera dibuat Sertifikat dan tanda disetiap batas-batasnya.

“Untuk lebih jelasnya konfirmasi saja sama bagian Aset di kantor Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD),” katanya.

Sementara, Kepala BPKD Gayo Lues Jata SE yang membawahi bagian Aset mengatakan akan melihat data-data tanah tersebut, "hari Selasa depan datang ke kantor, karena pengadaan tanah itu kalau tidak salah tahun 2003 yang lalu,” pungkasnya. (sbc-03/zone)




Tinggalkan Balasan