Search
Minggu 19 November 2017
  • :
  • :

Kartini Masa Kini Harus ‘Berkepribadian Ganda’

Starberita – Medan, Setiap tahunnya tepat tanggal 21 April, bangsa Indonesia khususnya kaum wanita selalu memperingati Hari Kartini. Hari bersejarah ini diperingati, guna mengenang perjuangan RA Kartini dalam Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sejumlah tanggapan dan komentar positif dari wanita era sekarang ini bermunculan mengenang sosok pejuang wanita di Indonesia itu. Bagaimana wanita sekarang memaknai perjuangan Kartini…?. Mayoritas, wanita dari berbagai jenis profesi di Kota Medan, Sumatera Utara mengatakan wanita Indonesia sekarang harus memiliki “kepribadian ganda”. Sebab, selain sebagai wanita karir, wanita tetap harus menjalani kodratnya sebagai istri dan ibu di rumah.

Presiden Direktur PT XL Axiata Tbk, Dian Siswarini, mengatakan salah satu kebesaran yang ditunjukkan RA Kartini adalah ikut bertanggungjawab mengangkat martabat rakyat kecil, khususnya wanita pribumi yang terjajah, baik secara kolonial maupun secara adat dan budaya ketika itu.

“RA Kartini pernah berkata, meskipun patah di tengah jalan, saya akan mati dengan merasa bahagia, karena jalannya sudah terbuka dan saya turut membantu mengadakan jalan yang menuju ke tempat perempuan pribumi merdeka dan berdiri sendiri. Artinya, wanita saat ini dituntut mandiri, tidak menggantungkan segala sesuatunya kepada suami, bisa dengan bijak mengambil keputusan tentang karirnya dan juga tentang keluarganya,” kata Dian kepada wartawan di Medan, Kamis (20/4/21017).

Senada dengan itu, Director of Sales Hotel Santika Dyandra Medan, Juliaty Hidajat, mengatakan wanita sekarang ini harus berpendidikan tinggi. “Dengan berpendidikan tinggi, wanita bisa mendukung karir suami serta nyambung kalau ngumpul dengan kolega suami. Selain itu juga mampu membimbing pendidikan anak di rumah,” katanya.
Wanita di era ini, sebut Juliaty, harus mandiri dalam banyak aspek, namun harus tetap mengingat kodratnya.

Artinya, sehebat apapun karir diluar rumah, harus patuh sama suami dan bijak mengurus anak-anak.
“Tapi perlu diingat, kemandirian wanita dimaksud bukan harus berpendidikan tinggi saja secara formal. Banyak sumber ilmu saat ini, belajar otodidak juga salah satu bentuk kemandirian, apalagi dengan tekhnologi terkini yang menghadirkan banyak sumber ilmu dalam smartphone,” ujarnya.

Trend dewasa ini, sambung Juliaty, suami istri kebanyakan bekerja karena pengaruh tuntutan hidup. “Meskipun karir istri lebih tinggi dari suami, bukanlah jadi suatu legitimasi wanita untuk merendahkan suaminya. Wanita dilahirkan dari rusuk lelaki, bukan dari kaki untuk dipijak, bukan pula dari kepala supaya jadi bos, tapi dari rusuk untuk menjadi mitra, pasangan hidup yang sejajar, jadi sahabat. Jadi wanita harus patuh kepada suami, tentu maksud kita patuh untuk hal-hal baik,” pungkasnya.

Sementara Branch Manager Bank Mandiri Ahmad Yani Medan, Malhind Desianty, mengatakan memaknai perjuangan RA Kartini dewasa ini bagi wanita tergolong susah, karena bentuk perjuangan RA Kartini dulu dan Kartini masa kini tentu berbeda.

“Tuntutan era sekarang wanita jadi wanita karir. Tentu selain menghabiskan tenaga, waktu juga pikiran. Begitu tiba di rumah, wanita itu dihadapkan pada peran baru, yaitu peran istri dan ibu. Ketika menjalankan peran istri dan ibu, wanita tidak bisa bilang bahwa dia capek dan tak sanggup lagi memerankan peran istri dan ibu, karena itu sudah kodratnya. Maka wanita harus bijak menggunakan tenaga, waktu dan pikirannya menjalankan peran ganda tadi,” jelasnya.

Sama halnya dengan Branch Manager Astra Credit Company Binjai, Yenni Susanti, yang menyampaikan wanita sekarang ini harus bisa berpartisipasi di ranah publik dalam kaca mata sosial dan juga tidak ada pembatasan hak. “Era modern ini harus dijadikan lahan pembebasan sepenuhnya bagi pergerakan perempuan, tanpa melupakan adanya keterikatan aturan serta norma sosial serta hak dan kewajiban sebagai seorang perempuan,” tuturnya.

Dia menambahkan, wanita mempunyai kesempatan untuk bisa memberikan inspirasi bagi lingkungan sekitarnya, berdikari untuk selalu mewujudkan persamaan hak perempuan di sektor publik.”Walau demikian, bukan berarti harus meninggalkan naluri keibuan yang penuh kasih sayang terhadap anak dan suami, lembut, hormat, etis dan bermartabat tinggi. Wanita dituntut mandiri, kreatif, dinamis dan profesional dalam perannya di publik,” paparnya.

Kepala Sekolah SMA Methodist Tanjung Morawa, Resien Chiu, mengatakan Kartini merupakan salah satu pahlawan wanita di Indonesia. “Memang kartini tidak ikut terjun langsung berperang melawan penjajahan, namun perlu diketahui jasa-jasanya untuk para kaum wanita sungguh luar biasa. Bagi wanita masa kini, peran adanya peringatan hari tersebut merupakan sebuah kebanggaan tersendiri, karena Kartini menjadi pelopor untuk sebuah kemajuan wanita terutama di Indonesia.

Sedangkan Ketua BEM STIE IBBI Medan, Bella Aprilia, mengimbau para mahasiswi sekarang ini mencontoh perjuangan RA Kartini. “Jadilah Kartini bagi diri sendiri dan Kartini bagi masyarakat sekitar. Tidak hanya dijalankan pada saat peringatan Hari Kartini, tetapi setiap harinya berperang bagi masa depan yang lebih baik,” katanya.

Bella berharap, semangat Kartini diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjadikan masa depan yang lebih baik, khususnya bagi mahasiswi yang terus mengejar kesetaraan. “Jadilah wanita yang kuat, mandiri dan berani. Maju terus wanita Indonesia. Selamat Hari Kartini,” tegasnya.

Siswi SMA Pangeran Antasari, Dina Madan, mengatakan siswi saat ini tentu tidak bisa melupakan perjuangan RA Kartini, sebab tanpa perjuangannya belum tentu wanita bisa seperti sekarang ini, menikmati kebebasan sekolah, kebebasan berkarir dan menjadi profesional di bidangnya.
Wanita yang bercita-cita jadi dokter gigi ini mengatakan, dia dan teman-temannya berusaha belajar keras, bisa kuliah tepat waktu sesuai dengan jurusan yang diminati, juga sudah termasuk meneruskan perjuangan Kartini. “Patuh kepada orangtua dan guru juga bentuk perjuangan Kartini masa kini. Belajar keras bagi pelajar juga bentuk upaya memaknai perjuangan Kartini,” pungkasnya. (sbc-02/rel)




Tinggalkan Balasan