Search
Sabtu 23 September 2017
  • :
  • :

IHSG Siap Berbalik Arah Menguat

Starberita – Jakarta, Pada perdagangan akhir pekan ini pergerakan pasar saham Indonesia diperkirakan akan mengalami technical rebound atau berbaik arah menguat setelah kemarin ditutup melemah.
Analis PT KGI Sekuritas Indonesia Yuganur Wijanarko mengatakan, Indeks harga saham gabungan dalam upayanya menuju target batas atas atau resistance psikologis di level 5.700 akan menguat setelah kemarin melemah 0,2 persen ke posisi 5.595.

“Kami melihat aksi penjualan oleh para pelaku pasar dari kaum beruang (investor jual) akibat tekanan volatilitas regional sudah selesai dan waktunya IHSG untuk kembali menuju 5.700,” kata Yuganur di Jakarta, Jumat (21/4/2017).
Menurutnya, adanya potensi pembalikan arah menguat pada IHSG tersebut, maka para pelaku pasar direkomendasikan untuk melakukan akumulasi lebih intensif pada saham big cap dan lapis kedua pilihan berikut ini:

1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan target trading di kisaran Rp13.350-13.750.
Secara teknikal, pola perbaikan tren jangka pendek dan menengah pada emiten perbankan BUMN membuatnya menarik untuk diakumulasi, melihat kinerja ekspektasi earnings ke depan di 2017 ada pada skenario kenaikan menuju resistance psikologis di kisaran Rp13.350-Rp13.750.

2. PT Astra International Tbk (ASII) dengan target trading di kisaran Rp8.750-Rp8.950.
Pola perbaikan momentum dalam tren jangka pendek dan menengah pada emiten berkapitalisasi besar ini dapat digunakan sebagai peluang trading mengikuti kontinuasi kenaikan berikutnya menuju resistance psikologis di kisaran Rp4.200-Rp4.400.

3. PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dengan target trading di kisaran Rp1.950-Rp2.050.
Harga minyak mentah dunia yang berada pada level terendah sejak sepuluh tahun terakhir dan valuasi sektor yang cukup murah, membuat emiten pertambangan ini menarik untuk diakumulasi secara jangka menengah pada kisaran Rp1.950-Rp2.050.

4. PT PP Properti (PPRO) dengan target trading di kisaran Rp305-Rp325.
Pola perbaikan momentum dalam tren jangka pendek dan menengah pada emiten properti ini dapat digunakan sebagai peluang trading mengikuti kontinuasi kenaikan berikutnya menuju resistance psikologis di kisaran Rp305-Rp325. (sbc-03/vnc)




Tinggalkan Balasan