Search
Minggu 24 September 2017
  • :
  • :

Hari Kartini, Wagubsu & Ketua Bawaslu Duet Refleksi

Starberita – Medan, Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Nurhajizah Marpaung, berduet dengan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumut, Syafrida Rasahan, dalam refleksi peringatan Hari Kartini 2017, di Aula UINSU, Kamis (20/4/2017).

Kedua tokoh perempuan Sumut ini, menekankan pentingnya keberadaan kaum perempuan dalam konteks kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual. Nurhajizah, mengharapkan Refleksi Hari Kartini ini, harus menjadi momentum kebangkitan perempuan-perempuan Sumut untuk berkontribusi lebih jauh dalam kemajuan daerah maupun bangsa.

“Sosok R.A Kartini sebagai pejuang emansipasi perempuan hendaknya menular bagi seluruh kaum perempuan. Sebagai perempuan muslim, tentu kita harus membangun kecerdasan spiritual dan kecerdasan intelektual yang berlandaskan ajaran Islam,” kata Nurhajizah.

Dia menyebutkan, perempuan-perempuan Sumut diharapkan meneladani semangat perjuangan RA Kartini yang selanjutnya mampu memberikan dukungan demi lahirnya generasi yang membawa kemajuan bagi Sumut dan bangsa.

“Saya berharap adik-adik di UINSU bisa memelopori semangat juang untuk kemajuan daerah. Setidaknya, kemajuan kampus yang dibanggakan ini,” bebernya.

Sebagai bagian dari pemerintah, Nurhajizah, mengatakan dirinya akan berupaya membantu mahasiswa/mahasiswi kurang mampu agar dapat bantuan dari Pemkab/Pemko untuk membantu pembiayaan pendidikan agar tidak terjadi putus dijalan, terutama mahasiswa dan mahasiswi berprestasi.

Menurutnya, mahasiswa cukup mengatakan kepada rektor ketidakmampuan untuk melanjutkan kuliah dan Rektor harus melaporkan kepada Wagubsu.

“Tinggal saya mengerakkan pemimpin daerah dimana mahasiswa atau mahasiwi berasal untuk membantu keuangan perkuliahan agar tidak putus di jalan,” tegasnya dalam kegiatan yang juga dihadiri Wakil Rektor I UINSU, Prof. Syafaruddin dan Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Amiruddin Siahaan.

Nurhajizah yang juga perempuan pertama menjadi Wagubsu ini, memotivasi mahasiswa untuk menuntut ilmu. Agar setelah tamat dari perkuliahan bisa mengabdikan diri kepada  masyarakat dan negara.

“Tidak ada hambatan bagi kaum perempuan untuk memiliki karir selain sebagai ibu rumah tangga, tetapi imam (pemimpin) kita tetap saja suami,” bebernya.

Sementara Ketua Bawaslu Sumut, Syafrida R Rasahan, sebagai perempuan Indonesia kita memiliki inspirasi dari sosok RA Kartini. Karena dari tekad dan keinginannya perempuan Indonesia harus memiliki keinginan untuk maju namun tanpa harus menghilangkan kodrat sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya.

“Hak perempuan dan lelaki memiliki persamaan hak untuk pendidikan juga berkarir di segala bidang termasuk di pemerintahan,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, bahwa UINSU mampu melahirkan generasi yang tak hanya memiliki ilmu juga keimanan.

“Insya Allah para almamater dari Uinsu tak hanya memiliki ilmu pengetahuan juga iman dan taqwa kepada Allah SWT, agar bisa mengimplementasi dalam pekerjaan khususnya kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Selain itu, Syafrida yang juga perempuan pertama memimpin Bawaslu di Sumut, juga menambahkan, momen ini juga mengingatkan bahwa perempuan itu harus produktif dan inovatif. Menurutnya, tujuan Kartini yang sesungguhnya adalah mencerdaskan perempuan pada masanya.

“Pencerahan kepada kaum perempuan agar mempunyai peran besar dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Oleh sebab itu, kuantitas perempuan yang tinggi harus diimbangi dengan kualitas dan keberadaan skill yang dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas.

Menurutnya, pemerintah akan mendorong generasi muda perempuan untuk mendapatkan pendidikan layak. “Pendidikan adalah langkah awal, pijakan kita untuk bergerak produktif dan inovatif,” katanya.

Dalam ajaran Islam, derajat perempuan selalu ditinggikandan tidak direndahkan. Bahkan dalam realita kehidupan ada beberapa hal yang kaum perempuan kerjakan tetapi lelaki tidak mampu melakukannya dalam waktu
yang bersamaan.

“Ini adalah kekuatan perempuan yang sesungguhnya. Tinggal kita yang harus memastikan peranan kekuatan itu,” kata Syafrida Rasahan.

Dia pun menyebutkan, sosok perempuan yang paling berperan dalam kehidupan pribadi setiap orang adalah Ibu. Maka itu, berbahagialah bagi kita yang masih memiliki Ibu.

“Karena kehebatan beliau dari kaum perempuan sehingga bisa mendidik anak bangsa menjadi bermoral, berilmu dan bermartabat,” kata Ketua Bawaslu ini. (sbc-04)




Tinggalkan Balasan