Search
Senin 24 April 2017
  • :
  • :

Deteksi Dini Jantung Koroner, Jangan Sepelekan

Starberita – Jakarta, Gaya hidup merupakan salah satu penyebab meningkatnya jumlah pasien penyakit jantung koroner. Berdasarkan catatan Direktur Rumah Sakit Umum Siloam Kupang dr. Hans Lie, MSc, pasien yang memiliki riwayat kolesterol tinggi, diabetes, tekanan darah tinggi, atau obesitas amat berpotensi menderita penyakit jantung koroner.

“Dari waktu ke waktu jumlah pasien terus bertambah. Jika dulu yang berisiko yaitu mereka yang berusia 35 tahun ke atas, kini kasus penyakit jantung koroner sudah ditemui pada usia 20 tahunan,” ujar dr. Hans dalam rilis yng diterima, Kamis (20/4/2017).

Sebagai bentuk pencegahan penyakit jantung koroner, Hans mengajak masyarakat untuk melakukan deteksi awal. Salah satunya dengan pemeriksaan CT Scan Calcium Score.

Menurut kepala Departemen Radiologi, dr Edwin H Pandjaitan SpRad,  prosedur diagnostik ini penting dilakukan oleh pasien yang pola hidupnya kurang sehat untuk jantung.

“Pada dasarnya CT Scan Calcium Score dilakukan menggunakan sinar X secara langsung ke jantung. Tujuannya untuk melihat kondisi pembuluh darah koroner manusia,” katanya.

Dia melanjutkan, bila memang ada sumbatan atau plak kalsium di pembuluh darah, pasien dapat langsung berkonsultasi dengan sejumlah spesialis terkait, sebagai bentuk tindaklanjutnya.

  1. Edwin menyampaikan, pemeriksaan CT Scan Calcium Score berlangsung selama 10-15 menit. Pasien akan disinar menggunakan radiasi dengan dosis yang rendah, sehingga masih aman bagi organ tubuh.  “Meski demikian, pemeriksaan ini tidak disarankan bagi ibu hamil, karena efek radiasinya,” tambahnya.

Pemeriksaan CT Scan Calcium Score dapat dilakukan setahun sekali. Semakin tinggi risiko penyakit jantung koroner, akan lebih baik bila rutin melakukan pemeriksaan calcium score. (sbc-02/vnc)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *