Search
Senin 24 April 2017
  • :
  • :

IHSG Diprediksi Menguat

Starberita – Jakarta, Analis Senior PT Binaartha Parama Sekuritas, Reza Priyambada, memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan menguat hari ini, Kamis (20/4/2017). Namun penguatan tersebut bukan akibat dari hasil quick count Pilkada DKI Jakarta yang memenangkan pasangan calon Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Menguatnya IHSG disebabkan oleh positifnya penutupan bursa saham Amerika Serikat di awal pekan. Ketegangan geopolitik juga mereda. “Terutama setelah Wakil Presiden AS Mike Pence akan bersikap sabar menghadapi gertakan Korea Utara dan bekerja sama dengan Tiongkok untuk mengurangi dampak program nuklir Korea Utara,” kata Reza dalam risetnya.

Menurut Reza, hasil quick count Pilkada DKI yang memenangkan Anies-Sandi membuat alasan perubahan IHSG menjadi bias. “Kalaupun ada saham-saham terkait kedua pasangan calon mengalami kenaikan, itu kami pandang sebagai faktor kebetulan karena persepsi pelaku pasar seiring dengan pergerakan IHSG yang mengalami kenaikan,” ujarnya.

Pada 18 April lalu, IHSG ditutup menguat 0,52 persen di level 5.606,52. Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama dan kedua berada pada level 5.593,62 dan 5.580,72. Sementara itu, resistance pertama dan kedua berada pada level 5.622,97 dan 5.639,43. “Dengan demikian, IHSG akan berpeluang menuju ke level resistance di area 5.623 dan 5.639.”

Setelah melemah, Reza, menilai IHSG akan mencoba bangkit dan membuka peluang bagi penguatan. Namun, kenaikan itu masih harus diuji ketahanannya jika kondisi dari sejumlah bursa saham global masih dalam teritori negatif yang dapat berimbas pada pergerakan IHSG. “Tetap waspadai masih adanya potensi pelemahan seiring kondisi bursa saham global yang kurang baik,” katanya.

Disisi lain, Reza mengatakan, pasar juga perlu memperhatikan sentimen menjelang pengumuman Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia hari ini dan pandangan BI terhadap kondisi makro dan moneter Indonesia. “Hasil dari Pilkada DKI tidak banyak berimbas pada kondisi pasar karena pasar lebih banyak terpengaruh dari kondisi global dan rupiah,” ujarnya. (sbc-03/tem)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *