Search
Sabtu 27 Mei 2017
  • :
  • :

Tak Punya Etika, Pengusaha Diamond Spa Diusir

Starberita – Medan, Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan mengusir pengusaha Diamond Spa, Bagas Sagala, dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang dilaksanakan di ruang rapat Komisi C. Selasa (17/4/2014), karena dinilai arogan dan tidak mempunyai etika saat berbicara.

Dalam rapat yang dipimpin Wakil Ketua Komisi C, Anton Panggabean SE Msi, bersama Sekretaris,  Zulkifli Lubis dan Andi Lumban Gaol, itu dewan menanyakan dan meminta kelengkapan surat perizinan usaha dan pajak Diamond Spa. Namun, belum lagi Zulkifli selesai berbicara, Bagas, dengan arogannya sudah menyela dan membentak Zulkifli.

“Bagaimana saya mau membawa surat izin, karena tempat yang saya kelola semua izinnya lengkap. Pertanyaan bapak saya harus membawa surat izin seolah-olah saya ini mau di eksekusi saja, saya pikir datang kemari hanya untuk diskusi saja,” ujar Bagas lantang.

Selanjutnya, Andi Lumban Gaol, menanyakan besaran pajak yang diberikan Diamond Spa kepada Dispenda Medan. Namun, belum lagi Andi selesai bertanya, pengusaha Diamond Spa ini kembali lagi menyela dan menjawab pertanyaan Andi Lumban Gaol.

Diakuinya, Dispenda Medan menetapkan pajak hiburan kepada Diamond Spa sebesar 35 persen. Diamond Spa secara rutin telah membayar pajak tersebut di sekitaran Rp5 juta perbulan.

Ketika Andi menanyakan kembali mengapa begitu besar pajak yang dikenakan?, belum lagi Andi selesai bertanya,  lagi-lagi Bagas memotong pembicaraan dewan dengan menyebut, menurut pengakuan Dispenda DPRD yang membuat aturannya.

Ditanya DPRD mana yang membuat aturan, Bagas, mengelak dan mengatakan tidak tahu. Ketika Andi bertanya lagi, lagi-lagi Bagas menyela pertanyaan dewan.

Melihat sikap arogan itu, anggota Komisi C lain, Mulia Asri Rambe, langsung membentak Bagas.

“Dari tadi saya perhatikan anda tidak ada sopannya dalam berbicara, suka-suka hatimu saja ngomong kulihat. Nanti ada waktumu berbicara kalau kau sudah diizinkan berbicara setelah selesai dewan bertanya,” bentak Mulia.

Merasa tidak senang, terjadi adu mulut dalam RDP itu. Bagas mengeluarkan telepon genggamnya. “Tunggu saya telepon seseorang,” tantangnya.

Bayek yang tidak suka dengan sikap arogannya langsung menantang. “Telepon kau sekarang siapa yang mau kau bawa kemari. Kami tunggu sekarang juga,” tantang Bayek.

Ditantang seperti itu, pemilik Diamond Spa ini langsung pergi meninggalkan ruangan rapat.

Menanggapi sikap arogan pemilik Diamond Spa ini,  Bayek, mengatakan perilaku yang ditunjukkan Bagas Sagala sangat tidak sopan dan beretika.

“Seharusnya didalam RDP selesai dewan bertanya dulu, baru dia menjawab. Ini belum habis lagi dewan bertanya dia sudah menyela dengan suara yang tinggi kepada dewan yang bertanya dan tidak menghormati pimpinan rapat,” terang Bayek.

Sementara, Anton Panggabean, mengatakan Komisi C DPRD Medan segera memanggil kembali Diamond Spa, Dispenda Medan dan Dinas Pariwisata terkait izin usaha dan pajak.

“Kita akan mengkonfrontir pengakuan Diamond Spa kepada dinas- dinas tersebut terkait izin usaha dan pajak yang dikenakan Dispenda Medan sebesar 35 persen. Karena pajak yang dikenakan tersebut dinilai terlalu tinggi. Soal izin usaha, bila Diamond Spa tidak memiliki izin usaha maka Diamond Spa harus ditutup,” papar Anton. (sbc-02)




Tinggalkan Balasan