Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Sesak Napas & Asma Saat Berolahraga, Cegah dengan 5 Cara Ini
Search
Kamis 21 November 2019
  • :
  • :

Sesak Napas & Asma Saat Berolahraga, Cegah dengan 5 Cara Ini

Starberita – Jakarta, Setiap orang berharap tidak mengalami masalah apapun saat berolahraga. Jika itu terjadi, bagaimana solusinya?

Bagi yang tidak mempunyai riwayat asma, mungkin Anda pernah mengalami sesak saat berolahraga. Namun, Anda mungkin heran karena Anda tidak pernah merasa sesak di situasi lainnya, seperti layaknya orang dengan riwayat asma. Ini adalah kondisi yang disebut Exercise-Induced Bronchoconstriction (EIB), di mana saluran napas Anda menyempit saat berolahraga.

Bagi mereka yang memiliki riwayat asma, olahraga sering kali memicu kekambuhan asma yang Anda miliki. Kondisi ini dan EIB, keduanya digolongkan ke dalam satu kondisi yang disebut Exercise-Induced Asthma (EIA).

Memiliki kondisi ini bukan berarti Anda tidak boleh berolahraga. Olahraga dengan berbagai manfaatnya bisa Anda nikmati, bahkan bila Anda memiliki riwayat EIA. Bagaimana mana cara menyiasatinya agar EIA tidak kambuh saat atau sesudah berolahraga?

Mencegah sesak napas dan asma saat berolahraga

  1. Berolahraga di lingkungan yang hangat dan lembap

Udara yang kering dan dingin akan memicu saluran napas untuk menyempit sehingga Anda kesulitan untuk bernapas. Bila memungkinkan, pilihlah tempat olahraga yang lembab dan hangat. Misalnya, bila cuaca sedang dingin, sebaiknya Anda berolahraga di dalam ruangan yang lebih hangat.

Hal lain yang dapat dilakukan adalah mengganti bentuk olahraga yang Anda lakukan sehingga Anda dapat berlatih di tempat yang hangat dan lembab. Misalnya, Anda bisa beralih ke olahraga renang di mana lingkungannya lebih lembab. Sebaiknya Anda menghindari olahraga di luar saat cuaca dingin.

  1. Tutup mulut dan hidung Anda saat berolahraga di cuaca dingin

Ingat, EIA dapat kumat bila Anda menghirup udara yang dingin dan kering. Menutup mulut dan hidung akan Anda menghalangi udara dingin untuk masuk ke saluran napas. Anda dapat menggunakan selendang atau masker. Trik ini akan menjaga udara di sekitar mulut dan hidung Anda tetap hangat dan lembab.

  1. Membiasakan menarik napas lewat hidung saat berolahraga

Pada umumnya, ketika berolahraga, orang-orang sering kali menarik napas melalui mulut. Memang, menarik napas dengan mulut akan menarik jumlah udara yang lebih banyak dibandingkan menarik napas lewat hidung. Namun berbeda dengan hidung, mulut tidak memiliki rambut-rambut dan rongga sinus seperti hidung yang membantu menghangatkan dan melembabkan udara yang masuk.

Dengan membiasakan menarik napas lewat hidung, Anda akan menjaga udara yang terhirup tetap hangat dan lembab sehingga Anda terhindar dari kumatnya EIA.

  1. Memicu “fase refrakter”

Fase refrakter adalah suatu fase di mana EIA tidak akan kambuh meskipun Anda berolahraga. Anda dapat memicu fase ini dengan melakukan pemanasan sekitar 30 menit sebelum olahraga dimulai. Lakukan pemanasan selama 15 menit. Pemanasan dapat berupa olahraga submaksimal, seperti jogging, bersepeda, atau berenang, dan juga sprint berulang. Kemudian gunakan obat asma Anda sambil beristirahat selama 15 menit.

Fase refrakter dapat berlangsung selama kurang lebih 2-4 jam. Ini berarti Anda tidak perlu khawatir asma Anda kambuh selama 4 jam ke depan.

  1. Pilihlah olahraga yang tidak membuat Anda terengah-engah

Beberapa olahraga membuat Anda bernapas lebih cepat dibandingkan olahraga lainnya, contohnya lari jarak jauh, basket, dan sepakbola. Semakin cepat napas Anda, maka kemungkinan EIA kambuh pun semakin tinggi.

Sebaiknya Anda pilih olahraga yang tidak membuat Anda terengah-engah selama Anda berolahraga. Beberapa olahraga yang dapat Anda pilih adalah sprint, baseball, angkat beban, gulat, golf, voli, dan yoga. Beberapa olahraga ini berlangsung singkat sehingga Anda tidak perlu “terlalu sering bernapas”. Beberapa olahraga lainnya dapat memberikan Anda kesempatan untuk mengatur napas Anda, misalnya sepakbola dan baseball.

Apakah ini berarti penderita EIA tidak boleh lari jarak jauh atau berkompetisi dalam basket atau sepakbola?

Bila lari maraton, basket, atau sepakbola merupakan olahraga favorit Anda, namun Anda memiliki EIA, jangan berkecil hati! Anda tetap bisa melakukan olahraga ini dengan aman. Kontrollah EIA Anda dengan menggunakan obat-obatan seperti short-acting beta-2-agonist (SABA), low-dose inhaled corticosteroid, long-acting beta-2-agonist (LABA), dan higher-dose inhaled corticosteroid. Beberapa obat-obatan ini termasuk ke dalam golongan obat yang diizinkan untuk digunakan dalam kompetisi (tidak dianggap sebagai doping). (sbc-02/okz)




Tinggalkan Balasan

error: