Search
Sabtu 11 April 2020
  • :
  • :

Jaksa Agung & 5 Menteri Teken MoU Penataan Aset BUMN

Starberita – Medan, Menteri BUMN Rini M Sumarno, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Jalil, Menteri PUPR M. Basoeki Hadimulyono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Jaksa Agung HM. Prasetyo, Rabu (5/4/2017) menandatangani kesepakatan bersama untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur dan penataan aset BUMN.

Penandatanganan yang dilakukan di Kantor PTPN III, Jalan Sei Batang Hari, Medan itu disaksikan Gubernur Sumatera Utara, Ir HT Erry Nuradi MSi.

Menurut Jaksa Agung Prasetyo, yang penting adalah implementasi dari MoU tersebut. sebab, katanya, pihaknya mencermati tentang permasalahan yang dihadapi, dimana negara sering kali dibuat tidak berdaya, bahkan kalah dan menyerah menghadapi tindak arogan kesewenangan. “Tanpa implementasi, MoU ini tidak ada artinya,” tegasnya.

Dari yang dicermati pihaknya, kata Prasetyo, banyak penyimpangan yang dilakukan dengan memanfaatkan peluang serta menabrak aturan. “Ujung-ujungnya menyebabkan hilangnya aset dan negara merugi,” katanya.

Ironisnya, sebut Prasetyo, semua prakter liar dan pelanggaran kejahatan itu dilakukan penuh kerjasama dan konspirasi. “Bahkan, dengan aparat pemerintah. Konspirasi kejahatan ini harus dihentikan, meski penuh kendala dan berliku-lilku,” tegasnya.

Sementara Menteri PUPR, M. Basoeki Hadimoeljono, mengatakan sebenarnya pihaknya sudah bekerja walau tanpa MoU. “MoU ini menjadi penguat bahwa pembangunan infrastruktur merupakan tanggungjawab bersama. Kalau ada apa-apa yang menyangkut tanah PTPN, saya telpon bu Rini, dengan perhutani juga begitu,” katanya.

Karena ini program prioritas, sebut Basoeki, maka ruh MoU ini adalah menyatukan hati dan langkah, bahwa pembangunan infrastruktur bukan saja ditugaskan kepada Menteri PUPR, bukan saja tugas Menteri Perhubungan, tapi tugas semua. “Makanya, MoU ini dilakukan. Jadi, pihak-pihak terkait bisa bekerjasama mendukung percepatan pembangunan infrastruktur,” harapnya.

Apalagi, sebut Basoeki, Prersiden RI menyatakan 10 tahun ini Indonesia masih fokus pada pembangunan infrastruktur. “Sedangkan untuk sepuluh tahun kedepan setelahnya akan fokus pada pembangunan industri pengolahan dan 10 tahun berikutnya pengembangan industri jasa,” ungkapnya. (sbc-04)




Tinggalkan Balasan

error: